rss

Tips HR & Payroll Software

Lebih dari 10 tahun kami hanya fokus membuat produk payroll, banyak pengalaman yang kami dapatkan. Dari pengalaman tersebut, kami yakin dapat membantu dan memberikan solusi untuk permasalahan perhitungan penggajian di perusahaan Anda.

Cara Mengontrol Biaya Lembur Yang Tinggi

Cara Mengontrol Biaya Lembur Yang Tinggi

Setelah saya melakukan kunjungan ke beberapa pelanggan, banyak diantaranya yang melihat bahwa biaya lembur yang tinggi menjadi perhatian mereka. Dan mereka sedang mencari permasalahan apa sebenarnya yang terjadi pada saat biaya lembur tinggi. Banyak yang menanyakan bagaimana caranya bisa mengurangi biaya lembur yang tinggi?

Sebelum membahas lebih jauh untuk biaya lembur yang tinggi, saya membedakan perusahaan manufaktur menjadi 2 (dua), diantaranya:

Continuous Production, jenis barang yang diproduksi sama, seperti Mie Instan, pabrik biskuit, pabrik minuman, pabrik elektronik, pabrik akan memproduksi barang tanpa harus melihat berapa jumlah pesanan setiap pelanggan.

Sedangkan Discrete Production, biasanya membuat barang berdasarkan pesanan dan jenis pesanannya bisa bermacam-macam, seperti pabrik kantong plastik, percetakan, pabrik sparepart mobil atau motor, jumlah barang dan jenis barang yang akan diproduksi berdasarkan pesanan dari pelanggan.

Dari kedua macam produksi tersebut, yang sulit untuk dikontrol lemburnya adalah yang Discrete Production, karena pekerjaannya terdapat 3 (tiga) variable yang harus dikendalikan.

  1. Jenis barang yang akan diproduksi harus menggunakan alat atau mesin apa saja, bagaimana urutan pekerjaan penggunaan mesin,
  2. Harus menentukan berapa jumlah yang harus diproduksi hal ini berkaitan dengan berapa jumlah bahan baku yang diperlukan dan jenis bahan baku apa saja,
  3. Waktu penyelesaian, waktu penyelesaian sudah ditentukan pada saat order diterima dari pelanggan.

Pada Discrete Production, departemen PPIC sangat berperan dalam menentukan jadwal dan pengadaan barang. Seandainya departemen PPIC tidak dapat menghitung bahan baku dengan benar, maka yang terjadi pada saat produksi bisa saja kekurangan bahan, sehingga produksi terhenti dan biaya pada saat memberhentikan produksi yang discrete ini akan mahal sekali.

Atau bisa jadi setelah pekerjaan selesai sisa bahan baku masih banyak, padahal bahan baku tersebut hanya dapat digunakan untuk pesanan itu saja. Atau bisa juga terjadi pada saat melakukan produksi, pada saat akan pindah ke mesin berikut, mesin berikutnya tersebut masih digunakan untuk memproduksi pesanan lain, sehingga harus menunggu.

Masalah biaya lembur yang besar, penyelesaiannya bukan hanya mengecilkan biaya lembur, siapa tahu bahwa dengan biaya lembur yang besar, yang terjadi adalah karena memang banyak pekerjaan yang masuk dan waktu pengerjaan yang ketat. Pada saat akan melakukan pengurangan biaya lembur yang dilihat harusnya proses produksi apakah sesuai dengan schedule yang dibuat oleh PPIC, atau mungkin departemen PPIC tidak dapat membuat jadwal yang efisien, sehingga banyak lembur tetapi produksinya menurun.

Tentunya bagian PPIC juga dapat menentukan kalau seandainya ada pesanan yang minta cepat diselesaikan, maka harus ada biaya ekstra, karena untuk mengerjakan pesanan tersebut harus lembur dan tentunya biaya lembur lebih mahal dibandingkan dengan biaya kerja pada jam kerja.

Jumlah jam lembur yang telah ditentukan oleh bagian PPIC ini sebetulnya yang dapat dilakukan cross check dengan biaya lembur actual berdasarkan jumlah jam. Andal Paymaster, selain menghitung gaji dan juga lembur karyawan, dapat juga dikaitkan dengan alasan lembur. Sehingga user dapat mencocokan berapa jam lembur aktual untuk mengerjakan pesanan tertentu.

Kesimpulan:
Untuk mengendalikan biaya lembur, kita tidak bisa lihat dari berapa besar uang lembur yang harus dibayarkan. Kita harus melihat dari pekerjaan apa yang dilakukan sehingga harus melakukan lembur. Dengan memperbaiki proses alur kerja dan perencanaan pembuatan produk oleh PPIC, biaya produksi per pesanan tentunya dapat dikendalikan dengan baik.

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.