rss

Tips HR & Payroll Software

Lebih dari 10 tahun kami hanya fokus membuat produk payroll, banyak pengalaman yang kami dapatkan. Dari pengalaman tersebut, kami yakin dapat membantu dan memberikan solusi untuk permasalahan perhitungan penggajian di perusahaan Anda.

Masih Bingung dengan Waktu Timbul Cuti Tahunan?

Masih Bingung dengan Waktu Timbul Cuti Tahunan?

Selain hak untuk mendapatkan gaji bulanan, tunjangan hari raya, dan jaminan kesehatan, karyawan juga berhak mendapatkan hak atas cuti tahunan, sesuai yang ditegaskan dalam UU 13 tahun 2003 (Ketenagakerjaan) Pasal 79 ayat (1) & (2) huruf d, yang berbunyi :

"Pengusaha wajib memberikan waktu istirahat dan cuti kepada pekerja / buruh, meliputi cuti tahunan, sekurang - kurangnya 12 (duabelas) hari kerja setelah pekerja / buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 (duabelas) bulan secara terus - menerus." Jumlah besaran hari cuti tahunan yang akan didapatkan dalam satu tahun adalah sesuai dengan yang sudah ditentukan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama. (UU 13 Tahun 2003 Pasal 79 ayat (3)). Biasanya diatur 12 hari atau 15 hari atau bahkan ada yang 20 hari. Selain jumlah hari cuti tahunan, beberapa point dibawah adalah point yang harus diatur atau dituangkan di dalam peraturan perusahaan, diantaranya : 1. Batasan usia pemakaian cuti tahunan. 2. Kapan waktu jumlah cuti tahunan muncul pada setiap tahunnya. Dalam pembahasan kali ini, kami akan mencoba berbagi “3 Model Cuti Tahunan karyawan”, tentunya dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku (UU 13 tahun 2003 Pasal 79 ayat (1) & (2) huruf d). Diantaranya : Model 1 : Cuti tahunan yang didasarkan dari tanggal ulangtahun karyawan masuk kerja. Misalkan :

Jadi, pada setiap tahunnya, hak atas cuti tahunan akan muncul dibulan dimana karyawan ulangtahun bekerja. Model 2 : (Rekomendasi) Cuti tahunan yang didasarkan dari tanggal ulangtahun karyawan masuk kerja (tahun Pertama) dan setiap Januari (untuk tahun Keduanya). Jadi, Pada tahun Pertama : Hak atas cuti tahunan akan timbul setelah karyawan bekerja 12 bulan secara terus-menerus. Pada tahun Kedua : Hak atas cuti tahunan akan timbul di bulan Januari, tetapi jumlah hari cuti dihitung secara proporsional. Pada tahun Ketiga dan seterusnya : Hak atas cuti tahunan akan timbul di bulan Januari, dengan jumlah hari cuti dihitung full. Tetapi, ada juga beberapa perusahaan menerapkan untuk Perhitungan Proporsionalnya dilakukan pada tahun pertama, sehingga untuk tahun kedua dan ketiga, karyawan sudah memperoleh hak cuti tahunan secara full. Model 3 : Cuti tahunan yang ditimbul pada setiap bulannya. Model ini biasanya dipakai untuk karyawan kontrak (kontrak 1 tahun atau 2 tahun). Apapun model yang dipakai dalam suatu perusahaan, pengelolaan data cuti tahunan sudah menjadi masalah klasik dalam mengelola besaran sisa cuti tahunan masing-masing karyawan, waktu timbul cuti tahunan dan belum lagi harus memperhatikan apakah cuti tahunan tersebut telah kadaluarsa, yang artinya cuti tahunan tersebut tidak bisa dipakai lagi atau hangus. Dalam permasalahan ini, seorang HRD akan lebih efektif pekerjaannya bilamana dalam pengelolaan cuti tahunan didukung oleh sistem penggajian yang memadai, dalam sistem penggajian tersebut si pengguna dapat menyesuaikan sendiri parameter cuti tahunan sesuai dengan peraturan perusahaan yang berlaku.  

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.