rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Kebebasan Dalam Mengambil Keputusan

Kebebasan Dalam Mengambil Keputusan

Dalam mengambil suatu keputusan biasanya didasarkan atas data-data yang cukup, dan jumlah data yang cukup tergantung seberapa penting keputusan yang akan diambil, semakin keputusan yang akan diambil semakin penting, maka kita memerlukan data semakin banyak. Agar keputusan yang diambil nantinya akan menjadi lebih baik sesuai dengan apa yang akan kita capai.

Seperti seorang CEO perusahaan yang masa jabatannya sudah ditentukan misalkan dalam waktu lima tahun harus diganti, maka kebijakan-kebijakan yang akan diambil mungkin hanya kebijakan sebatas lima tahun saja, karena kalau lebih maka yang akan menikmati hasilnya adalah CEO yang berikutnya. Padahal perusahaan akan berjalan terus walaupun CEO-nya berganti. Kalau CEO tersebut dalam mengambil keputusan dalam keadaan lepas bebas, artinya dia tidak dipengaruhi oleh berakhirnya masa jabatannya selama lima tahun, tetapi dalam pengambilan keputusannya tetap mengacu pada jangka panjang perusahaan.

Pertanyaannya adalah apakah orang bisa lepas bebas dalam mengambil keputusan? Banyak orang yang bisa mengambil keputusan tanpa dipengaruhi oleh kemlekatan-kemlekatan duniawi dan banyak sekali orang yang merasa kesulitan dalam mengambil keputusan. Kesulitan mengambil keputusan biasanya terjadi karena kemlekatan, contoh yang sangat kongkrit adalah pada saat seseorang mengalami kejatuhan di dalam ekonomi, dari yang mempunyi banyak kendaraan, rumah bagus, kemudian bisnisnya kurang baik sehingga harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan bisnisnya. Pengambilan keputusan untuk menjual mobil-mobil mewahnya atau rumah besarnya terasa sulit, karena merasa kalau menggunakan mobil yang lebih sederhana nanti bagaimana pandangan teman-teman terhadapnya, kalau pindah ke rumah yang lebih kecil nanti bagaimana dengan keluarganya?

Padahal kalau dia mau menjual semua asetnya, kemudian pindah ke rumah yang lebih kecil, dan menggunakan kendaraan yang lebih sederhana, maka semua hutangnya dapat dilunasi, sehingga dia dapat mulai usaha lagi dengan tenang, karena tidak ada beban hutang. Kemlekatan terhadap harga diri, atau barang yang ia miliki menjadi sulit untuk mengambil keputusan yang seharusnya sangat sederhana.

Saya sendiri merasakan bebarapa tahun yang lalu, saya sering sekali dihadapkan untuk pengambilan keputusan yang menurut saya sangat sulit dilakukan pada saat itu. Setelah saya melakukan perenungan apa sebenarnya yang menjadikan saya mengalami kesulitan dalam pengambilan keputusan adalah karena kemlekatan. Misalkan ada orang yang sangat berperan di dalam perusahaan kemudian orang tersebut keluar, maka saya akan merasa pusing sekali bagaimana caranya saya dapat mencari ganti orang seperti dia.

Bila dibandingkan sekarang ini, seharusnya tantangan yang saya hadapi lebih banyak, dan pengambilan keputusannya harusnya lebih sulit, dan apa yang saya rasakan sekarang ini, saya dapat mengambil keputusan dengan mudah tanpa beban. Kemudian apa yang membuat beda antara beberapa tahun yang lalu dengan sekarang?

Perbedaan yang paling saya rasakan adalah rasa lekat, sekarang ini saya sudah dapat banyak melepaskan kemlekatan, dengan latihan-latihan melepaskan kemlekatan, saya melihat semua tantangan yang saya hadapi bisa lebih jelas. Dan saya merasa ada yang dapat menuntun saya dalam pengambilan keputusan.

Pelajaran yang saya dapatkan
Pertama kali saya mengenal kemlekatan pada saat saya membaca bukunya Dalai Lama yang berjudul The Art of Happiness, saya ingat sekali kalimat yang ditulis. Seseorang dapat merasakan kebahagiaan yang sejati apa bila dia dapat melepaskan kemlekatan. Pada saat itu saya tidak mengerti apa arti kemlekatan, saya mengerti setelah membaca banyak buku dan juga banyak belajar tentang spiritual, semakin lama semakin jelas. Sekarang saya bisa merasakan, keputusan mana yang masih diambil dengan pengaruh kemlekatan, selain itu dapat juga mengetahui orang lain pada saat mengambil keputusan yang dipengaruhi oleh kemlekatan. Terutama pada saat department head atau leader di Andal Software, dan peran saya adalah untuk melatih mereka agar pada saat pengambilan keputusan harus lepas bebas, artinya tidak ada pengaruh kemlekatan.

Benar kata Dalai Lama, kebahagiaan sejati dapat dirasakan pada saat kita bebas dari kemlekatan. Sekarang saya bisa tertawa lepas tanpa ada beban, dan dalam mengambil keputusan saya dapat memikirkan secara jernih, keputusan-keputusan yang diambil biasanya mempunyai hasil yang baik.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

16 Jan 2020 | 1018
24 Jan 2020 | 800