rss

Artikel Pengembangan Diri | Payroll Software

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Mengendalikan Kekuatan untuk Kemakmuran

Mengendalikan Kekuatan untuk Kemakmuran

Beberapa minggu terakhir ini banjir merupakan topik pembicaraan yang menarik untuk warga Jakarta, dan muaranya ada di Bogor. Dimana terletak pintu air yang mengatur debet air yang akan masuk ke Jakarta yang ada di daerah Katulampa. Air mempunyai kekuatan yang luar biasa hingga menyebabkan tanah longsor, bisa merobohkan rumah, jembatan dan bahkan tanggul yang tentunya dibangun dengan sangat kokoh.

Kekuatan tekanan air yang besar ini kalau bisa dijinakan, maka akan dapat digunakan sebagai hal-hal yang sangat bermanfaat untuk manusia, seperti untuk pembangkit listrik yang ada di bendungan Jatiluhur, Saguling, Cirata dan banyak lainnya di Indonesia. Cirata merupakan pembangkit listrik tenaga air yang terbesar di Indonesia mempunyai daya sebesar 1,008 MW. Kekuatan yang besar kalau kita lihat cerita di atas, dapat membahayakan seperti banjir, dan dapat juga menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat seperti pembangkit listrik tenaga air. Kalau dihitung jumlah listrik sebesar 1,008 MW dapat menerangi rumah sebanyak 200,000 rumah kalau setiap rumahnya mempunyai daya 5,000 Watt.

Suatu jumlah yang cukup banyak, kalau setiap rumah hanya memerlukan 2,000 Watt, maka dapat menerangi 500,000 rumah. Manusia juga mempunyai tenaga yang luar biasa besarnya yang disebut dengan otak. Otak manusia mempunyai kemampuan untuk membangun apa saja yang dapat dipikirkannya. Pembangkit listrik tenaga air yang begitu besar pasti berawal dari cara berpikir manusia. Dengan kekuatan otak manusia juga bisa mencapai ke bulan, menciptakan pesawat terbang. Bahkan seperti pemimpin-pemimpin dunia yang dapat mempengaruhi banyak negara.

Kekuatan otak manusia juga sama seperti keadaan alam, dapat membuat hal-hal yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, atau bahkan dapat membuat malapetaka seperti Hitler yang melakukan genocide. Seperti halnya keadaan alam, air yang sudah tidak terkendali lagi menjadi banjir dan dapat memusnahkan apa saja yang dilaluinya. Bila air sudah tidak dapat dikendalikan lagi, tenaga air sudah tidak dapat bermanfaat bagi manusia. Demikian juga otak manusia, otak yang sudah liar dan tidak dapat terkendali tidak akan dapat menghasilkan sesuatu yang baik untuk manusia lainnya karena sudah dipenuhi dengan hal-hal yang dapat menghancurkan kehidupan manusia.

Pertanyaannya adalah apakah kalau manusia sudah mempunyai otak yang sedemikian parahnya yang dapat merusakan kehidupan manusia sudah tidak bermanfaat lagi?. Jawaban sebenarnya pada diri setiap orang, karena hasil pemikiran dari otak sebenarnya dapat dikendalikan oleh kita sendiri. Kalau kita dapat mengendalikan hasil pemikiran dari otak kita maka kita akan dapat menghasilkan hal-hal yang sangat bermanfaat untuk manusia lainnya, dan juga untuk dirinya sendiri.

Apa yang membuat otak manusia menghasilkan pemikiran yang menghancurkan sebenarnya berawal dari rasa iri, rasa benci, keserakahan. Sifat tersebut membuat manusia berpikir bagaimana caranya untuk menguasai dan berkuasa karena hasil pemikiran biasanya juga dituangkan dalam bentuk kata-kata. Sebenarnya kalau hati kita mempunyai kepekaan, maka kita akan mengetahui orang-orang yang perkataannya mengeluarkan kebencian, sifat keserakahan, semuanya adalah hasil kerja dari otaknya.

Kalau saya membaca buku kisah orang-orang yang cukup sukses dalam kehidupannya, baik itu di Indonesia maupun di negara lain. Sifat mereka mempunyai kesamaan yaitu mau membantu orang lain. Kalau kekuatan otak kita yang begitu dahsyat kita gunakan untuk hal-hal yang sangat positif maka akan menghasilkan sesuatu yang positif pula, dan tentunya akan berpengaruh terhadap kehidupan kita.

Pelajaran Yang Saya Dapatkan
Kemakmuran dapat terjadi kalau otak kita dapat menghasilkan hal-hal yang positif, dan hasil kerja dari otak kita dapat kita kendalikan. Jadi hasil dari pemikiran itu sangat tergantung bagaimana kita dapat mengendalikan otak kita. Seandainya orang Indonesia yang jumlahnya ada 250 juta jiwa, mempunyai hasil pemikiran yang positif dan konstruktif. Saya percaya Indonesia akan menjadi negara maju yang akan dipandang oleh negara-negara lain. Negara-negara yang sekarang ini dianggap mempunyai kekuatan dimulai dari hasil pemikiran dari otak manusianya.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

29 Jun 2018 | 941