rss

Artikel Pengembangan Diri | Payroll Software

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Kemelekatan Membuat Orang Menderita

Kemelekatan Membuat Orang Menderita

Ada suatu petuah yang mengatakan “Never get too attach to someone, because attachments lead to expectations and expectations lead to suffering”. Beberapa waktu terakhir ini saya banyak membaca buku yang membahas kemelekatan, apakah ini karena kebetulan saja atau ada maksud tertentu, saya tidak tahu persis. Tetapi pada awalnya, teman saya pernah mengatakan pada saya. Untuk naik ke tempat yang lebih tinggi, saya harus melepaskan banyak beban karena tidak bisa naik kalau bebannya masih berat.

Saya bertanya dalam hati apa itu beban dalam kehidupan, dalam perenungannya mengenai beban, secara sadar saya selalu mengatakan bahwa saya sudah tidak mempunyai beban. Dan setelah saya membaca buku-buku yang banyak membahas tentang kemelekatan, saya baru mengerti. Mungkin ini yang harus saya pelajari dan lakukan karena mungkin ini merupakan beban yang memberatkan sehingga saya tidak dapat terbang lebih tinggi lagi. Akhirnya permulaan tahun 2017 saya mulai berlatih untuk melepaskan beban yang disebut dengan kemelekatan.

Petuah di atas sangat jelas sekali mengatakan bahwa kemelekatan pada seseorang akan membawa kita pada suatu pengharapan pada orang tersebut. Tentunya pengharapannya bisa bermacam-macam, tergantung siapa orangnya dan pada saat kita mulai mempunyai pengharapan, disitulah timbul suatu penderitaan. Contoh yang sederhana, adalah gunting rambut, beberapa waktu yang lalu saya mempunyai langganan untuk gunting rambut. Saya selalu digunting rambutnya sama langganan saya itu dan bila dia tidak ada saya tidak jadi gunting rambut.

Kemudian saya mulai melakukan refleksi, sejak kapan saya ketergantungan gunting rambut sama dia, bukankah pada awalnya juga saya tidak tahu kalau dia bagus atau tidak?. Kenapa pada saat itu saya mau mencoba gunting rambut dengan dia?. Apakah memang tidak ada tukang gunting rambut yang sebagus dia atau lebih bagus dari dia?. Tentunya kalau saya mau mencoba ke beberapa tukang gunting rambut, saya akan menemukan tukang gunting rambut yang lain dan mungkin bisa lebih bagus dari langganan saya itu.

Setelah saya melakukan refleksi, jawabannya adalah harus mencoba di banyak salon gunting rambut. Dan anehnya setelah saya mencoba gunting rambut di beberapa tempat, saya sudah merasa nyaman untuk menggunting rambut dimana saja, dan dengan siapa saja. Saya merasa senang bahwa saya telah melepaskan keterikatan dengan seseorang. Saya pernah merasakan bila saya sangat terikat dengan orang lain, maka saya merasa sangat tergantung, dan rasanya seperti tidak berdaya kalau misalkan tidak ada dia.

Dari perjalanan renungan batin yang saya lakukan ini, saya mulai sadar bahwa saya tidak boleh tergantung dengan orang lain, saya harus dapat mencari yang lainnya. Saya pernah menulis tentang kemelekatan ini pada Refleksi tahun 2017, dan apa yang terjadi setelah dapat menyelesaikannya, ternyata hasilnya akan jauh lebih baik.

Pelajaran Yang Saya Dapatkan
Melepaskan kemelekatan tidaklah mudah, tetapi dengan berlatih dan mengubah cara berpikir pasti bisa. Yang membuat sulit dalam melepaskan kemelekatan karena kemelekatan sangat bermain dengan emosi. Yang sering terjadi adalah pada saat ada barang diskon di toko dan keliatan barang itu menarik, maka langsung barang tersebut dibeli. Sebetulnya barang tersebut tidak dibutuhkan tetapi karena tertarik dengan bentuk, warna atau apapun ketertarikannya, maka dibeli. Pada saat orang sudah merasa tertarik, yang bermain bukan lagi logika tetapi emosi. Maka dalam istilah penjualan sering disebut emotional buying.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

12 Oct 2018 | 1101