rss

Artikel Pengembangan Diri | Payroll Software

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Mengendalikan Pengeluaran untuk Menjadi Makmur

Mengendalikan Pengeluaran untuk Menjadi Makmur

Beberapa tahun yang lalu saya membaca buku “The Richest Man in Babylon”, menurut saya buku itu bagus sekali sehingga saya membaca ulang buku tersebut kemarin. Memang masih menarik, pertanyaannya adalah bagaimana resep Arkad Si Orang terkaya di Babylonia itu?. Pada suatu saat Arkad mengumpulkan para muridnya dan mengatakan bahwa setiap orang harus dapat menabung. Jawab muridnya adalah “Bagaimana kami dapat menabung karena uang yang saya dapatkan setiap bulan selalu habis”.

Kemudian Arkad bertanya kepada semua muridnya, “Siapa yang dapat menabung pada bulan ini?”. Tidak satupun murid Arkad yang mengangkat tangan artinya semua uangnya habis. Kemudian Arkad bertanya lagi “Apakah penghasilan kamu semua sama atau berbeda?”. Para murid itu mengetahui bahwa diantara mereka mempunyai penghasilan yang berbeda-beda, mungkin ada yang lebih besar tetapi ada juga yang lebih kecil. Maka mereka menjawab berbeda. Arkad mengatakan “Mengapa mereka tidak mempunyai tabungan padahal pendapatan mereka berbeda dan pengeluarannya juga berbeda?“.

Arkad membiarkan keheranannya menyusup masuk ke dalam benak para pendengarnya. “Sekarang akan kuberitahukan kepada kalian suatu kebenaran yang tidak lazim tentang kita manusia. Yakni: bahwa apa yang kita sebut pengeluaran yang perlu, akan selalu berubah sejalan dengan pemasukan kita, kecuali kalau kita mau menentangnya. Jangan kacaukan pengeluaran yang perlu dengan keinginan-keinginan kalian. Masing-masing dari kalian bersama dengan keluarga kalian yang baik, memiliki keinginan-keinginan yang lebih besar daripada yang dapat dipenuhi oleh pendapatan kalian. Pendapatan kalian itulah yang digunakan untuk memenuhi keingingan-keinginan yang terus berkembang tiada henti.”

Akhirnya Arkad memberikan nasehat bahwa pada saat menerima uang penghasilan mereka harus menyisihkan 1/10nya untuk disimpan. Jadi pengeluaran yang boleh dikeluarkan adalah 90% dari uang penghasilan. Setelah beberapa waktu lamanya, mereka melakukan nasehat dari Arkad. Mulailah murid-murid Arkad mempunyai tabungan dan bertambah bulan tabungannya semakin banyak.

Pelajaran yang saya dapatkan
Dalam dunia modern sekarang ini dimana kita sangat sulit untuk dapat menunda kenyamanan, contohnya adalah jalan-jalan keluar negeri dapat dicicil hingga 2 tahun. Artinya kita menikmati dulu liburannya baru kemudian kita dibebani untuk membayar hutang perjalanan kita. Walaupun sebenarnya perjalanan keluar negeri dapat ditunda karena uangnya belum ada. Beban pembayaran bulanan akan mengurangi pendapatan kita, yang dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari yang lebih penting.

Banyak sekali tawaran cicilan tanpa bunga yang dapat membuat orang ingin memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Dan akhirnya akan membebani pengeluaran bulanan, bank yang mengeluarkan kartu kredit mengerti sekali sifat manusia. Ada percobaan yang disebut dengan The marshmallow test. Percobaannya dilakukan pada anak kecil sekitar umur 5 – 7 tahun, mereka diberi marshmallow di atas meja. Kemudian dikatakan kalau kamu bisa menunggu memakan marshmallownya setelah Si Pengawas datang maka anak tersebut akan diberi dua marshmallow. Setelah mengatakan syaratnya, Si Penguji keluar ruangan dan anak-anak dibiarkan duduk di dalam ruangan kemudian melihat marshmallow di atas meja.

Setelah kira-kira 15 menit Si Penguji datang dan memeriksa setiap anak, yang tidak memakan marshmallownya dikasih tambahan satu marshmallow, sedangkan yang makan tidak mendapatkannya. Dari sekian banyak anak yang mengikuti test tersebut hanya sebagian kecil sekali yang bertahan, sedangkan sebagian besar tidak dapat menahan diri dan memakan marshmallownya. Penelitiannya dilanjutkan dengan memantau anak-anak tersebut hingga dewasa dan setelah dewasa ternyata anak-anak yang dapat menahan diri, kehidupannya bisa lebih berhasil dibandingkan dengan anak-anak yang tidak dapat menahan diri.

Dari cerita di atas saya belajar bahwa menahan diri adalah salah satu syarat untuk menjadi berhasil. Tidak mudah memang untuk menahan diri, tetapi dengan latihan pasti kita dapat melakukannya.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

12 Oct 2018 | 1101