rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Efek Membaca Buku

Efek Membaca Buku

Setelah beberapa tahun saya rutin membaca buku, tak terasa sudah ratusan buku yang saya baca. Teman saya yang mengetahui saya suka membaca buku, bertanya pada saya “Pak Indra setelah sekian lama membaca buku tentunya sudah banyak buku yang telah dibaca, apakah masih kurang ?”, saya tidak jelas maksud pertanyaannya apa, tetapi memang saya sering sekali mempromosikan buku pada dia, maksud saya agar dia mau membaca buku. Sepertinya beberapa buku yang saya rekomendasikan, tidak dibaca. Ketahuan pada saat diskusi tentang isi buku yang saya anjurkan dia tidak tahu.

Jadi saya harus berpikir agak keras untuk menjawab pertanyaan dia, dan setelah saya berhenti sejenak kemudian saya jelaskan, bahwa saya tidak akan dapat membawa Andal Software sampai ke posisi sekarang kalau saya tidak membaca buku. Untuk membawa Andal Software menjadi lebih besar lagi, saya harus lebih banyak membaca buku lagi. Kalau saya lihat dari mukanya dia masih bertanya dan dugaan saya, pertanyaannya adalah apa hubungannya antara membaca buku dan membesarkan perusahaan.

Untuk memperjelas apa yang saya katakan tadi, saya mulai menceritakan pengalaman membangun Andal Software, beberapa tahun yang lalu, ada beberapa perusahaan meminta Andal Software untuk membuat Human Resource Strategic yang terdiri dari Recruitment, Assesment dan Learning & Development. Karena menurut calon customer itu, software payroll kalau dihubungkan dengan HR strategic maka akan baik sekali.

Beberapa calon customer itu mengatakan bahwa kalau HR strategicnya tidak ada maka dia tidak jadi beli. Suatu keputusan yang sulit untuk diputuskan, karena saya pernah membaca bukunya Clayton Christensen yang berjudul “Innovator’s Solution, creating and sustaining successful growth”, di dalam buku itu Clayton menjelaskan kalau diluaran sudah banyak yang membuat, mengapa kita harus membuat sendiri ? Pada saat saya teringat kata-kata Clayton, seandainya saya membuat aplikasi HR Strategic hasilnya tidak sebagus seperti apa yang sudah ada di pasar, Andal Software belum mempunyai pengalaman dalam membuat HR Strategic. Maka kami memutuskan untuk tidak membuat HR strategic, lebih baik kehilangan customer daripada membuat sesuatu tetapi tidak dapat diterima di pasar.

Seandainya saya tidak membaca buku “Innovator’s Solution”, saya pasti akan membuat fitur HR Strategic, mengingat yang mau beli cukup banyak, lebih dari 5 customer, dan kalau saya membuat fitur tersebut maka saya akan terjebak pada kesalahan dalam membangun perusahaan, tentunya akan berakibat fatal pada perusahaan.

Buku yang memberi pelajaran sangat dasar dalam membangun perusahaan adalah Start With Why yang ditulis oleh Simon Sinek, dalam buku tersebut saya belajar bahwa dalam membangun perusahaan harus tahu dulu WHY nya, dan Simon menjelaskan perbedaan antara perusahaan lain dengan Steve Job pada saat dia membangun kembali Apple. Simon Sinek juga membahas beberapa perusahaan yang pada saat membangun dimulai dengan Why. Setelah membaca buku tersebut saya mulai melihat perusahaan- perusahaan besar, apa Why mereka ? ternyata visi perusahaan-perusahaan besar itu sangat jelas sekali.

Setelah membaca buku tersebut saya mulai mencari apa WHY nya Andal Software ? Visi Andal Software setelah saya gali adalah To Make Work Easier, setiap kali kami menambahkan fitur selalu bertanya apakah ini akan mempermudah pekerjaan si user ? bagaimana caranya agar user dapat bekerja lebih mudah lagi ?.

Saya dapat menceritakan strategi-strategi yang diterapkan di Andal Software, banyak didapatkan dari membaca buku, dan tentunya tidak cukup kalau membaca hanya satu buku strategi saja. Saya lupa judul bukunya apa, tetapi mengatakan bahwa strategi yang dilakukan oleh perusahaan lain atau yang pernah dilakukan itu berhasil, belum tentu kalau diulang lagi dapat mencapai keberhasilan, karena memang lingkungannya akan berubah, dan banyak variable lain yang juga berubah.

Pelajaran yang saya dapatkan
Untuk mencapai suatu kesuksesan diri kita perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup, terutama kita perlu belajar dari cara berpikir orang-orang yang sudah terbukti sukses dalam hidupnya. Cara yang paling mudah untuk mempelajari bagaimana orang-orang sukses itu berpikir, kita perlu membaca buku dari orang-orang sukses tersebut.

Pada saat saya mulai membangun Andal Software sebagai perusahaan industri software, bukan sebagai perusahaan Software house, saya banyak membaca buku-buku tentang Microsoft atau Bill Gate, karena pada saat itu, Microsoft adalah perusahaan software yang menguasai OS dan memang sampai sekarang Microsoft masih menguasai pasar OS.

Mengapa saya mau banyak membaca buku tentang Microsoft ?, saya ingin tahu bagaimana Microsoft dapat menjadi perusahaan yang besar. Setelah membaca banyak buku, tentunya akan mempengaruhi cara berpikir kita, kita perlu melakukan apa yang telah kita ketahui dan kita yakini bahwa itu yang harus kita lakukan. Walaupun pada perjalanannya belum tentu apa yang kita lakukan benar, tetapi karena sudah banyak membaca, maka pada saat terjadi hal yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan, kita tahu cara untuk memperbaikinya. Dari cara-cara yang kita lakukan ini kita akan mendapatkan skill untuk membangun perusahaan, atau membangun karir pribadi.

 

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

16 Jan 2020 | 1018
24 Jan 2020 | 800