rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Tradisi

Tradisi

Saya lahir di keluarga Cina dengan tradisi yang masih kental sekali, selama satu tahun ada banyak sekali acara sembahyang pada leluhur. Di rumah kakek saya di mana ayah saya serta adik-adiknya dibesarkan, yang disebut rumah besar, di situ terdapat meja abu dari leluhur kakek, nenek, serta ayah dan ibu dari kakek serta beberapa keluarganya.

Masih teringat saya dengan adik dan beberapa saudara sepupu, kalau ada acara sembahyang semuanya berkumpul, kita bermain bersama antar sepupu. Permainan di zaman dulu adalah permainan seperti petak umpet, gatik, dan banyak lagi permainan lainnya, rasanya seru sekali bermain bersama, kami begitu akrab satu sama lain.

Suasana keakraban ini masih terasa sampai sekarang, jadi kalau sekarang bertemu masih akrab, walaupun tidak bermain, tetapi dengan bercerita, bercandaan, dan memang masih seru sekali kalau sudah berkumpul bersama.

Biasanya orang berkumpul harus punya alasan mengapa berkumpul, kami berkumpul kalau ada acara sembahyang, dan acara sembahyang adalah salah satu cara untuk menghormati leluhur kita semua. Saya coba membayangkan di zaman dahulu kala, pada saat masih menjadi petani sebagai mata pencarian keluarga. Kalau semua keluarga bisa berkumpul, mungkin pada saat itu bisa bekerja sama untuk menggarap sawah. Hal ini menjadi masuk akal, karena setiap perayaan hampir pasti dikaitkan dengan musim, misalnya perayaan tahun baru Cina, ditutup dengan perayaan Cap Go Meh yang artinya tanggal 15 bulan pertama, saat itu adalah saat bulan purnama dan menandai dimulainya musim semi.

Sekarang ini setelah beberapa paman saya meninggal, saya jarang sekali berkunjung ke rumah sepupu saya, kalau dulu waktu paman saya masih ada saya berkunjung untuk menghormati orang tua. Hal ini mungkin sudah disadari oleh nenek moyang orang Cina, harus ada sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan keluarga, dan mereka menggunakan abu leluhur untuk dihormati. Kalau abu leluhur artinya akan selalu ada sebagai alat untuk mempersatukan keluarga besar.

Sekarang ini sudah bukan zaman agraris lagi, di mana orang mencari nafkah tersebar tergantung perusahaan atau kota di mana banyak menyerap tenaga kerja dan orang akan mencari pekerjaan yang cocok dengan bidangnya, sehingga bisa tinggal jauh dengan orang tuanya. Sulit sekali untuk menyatukan keluarga yang sudah berpencar ke mana-mana bahkan sampai keluar negeri. Sehingga kakak adik saja ada yang bertemunya tidak setahun sekali. Pertemuan yang jarang menyebabkan ikatan kekeluargaan menjadi jauh, dan semakin jarang ketemu akan semakin jauh ikatan keluarganya.

Tidak heran di zaman sekarang ini sering teman dekat, hubungannya akan lebih dekat dibandingkan dengan hubungan dengan saudara, bahkan dengan saudara kandung. Hal ini terjadi karena jarangnya berkumpul.

Pelajaran yang saya dapatkan
Di dalam suatu perusahaan sama seperti keluarga besar, di mana ikatan sesama karyawan harus dapat dibangun menjadi erat satu sama lain. Dengan hubungan yang erat satu sama lain, maka akan terjadi suatu kolaborasi yang baik, dan akhirnya akan menghasilkan suatu produk atau service yang baik pula. Karena semua orang di dalam perusahaan tersebut akan terlibat untuk menuju ke satu titik yang sama. Maka penting sekali sebagai direktur atau CEO suatu perusahaan dapat memberikan arah yang jelas yang dapat diketahui dan dimengerti oleh seluruh anggota dari perusahaan tersebut. Dan mereka akan mengejar ke tujuan atau goal perusahaan sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Tanpa adanya kerja sama yang baik, dan saling percaya satu sama lain, tentunya akan sulit dalam berkolaborasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dari pemikiran ini saya tidak sependapat bahwa dengan adanya teknologi maka karyawan dapat bekerja dari mana saja. Kalau mereka dapat bekerja dari mana saja, mungkin hasilnya juga bagus, tetapi dalam membangun perusahaan kolaborasi menjadi penting. Karena persoalan-persoalan yang dihadapi oleh perusahaan dapat diselesaikan dengan baik bila ada kolaborasi antar karyawan di departemen yang sama maupun kolaborasi antar departemen.

Saya melakukan review karyawan, dan saya meminta masukan dari mereka bagaimana bekerja di Andal Software, pertanyaan ini saya lontarkan terutama ke fresh graduate yang baru pertama kali bekerja. Rata-rata dari mereka mengatakan bahwa mereka sangat nyaman bekerja di Andal Software karena pada saat mengalami kesulitan banyak teman-temannya yang mau membantu. Bahkan kolaborasi antar departemen juga cukup baik, sehingga bila ada persoalan dari luar, akan dengan mudah diselesaikan.

Dengan kultur yang terbangun seperti ini, saya perhatikan anak-anak yang fresh graduate belajarnya cepat sekali, karena mereka tidak punya beban, bekerja menjadi menyenangkan, tidak dianggap sebagai beban.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

16 Jan 2020 | 1018
24 Jan 2020 | 802