rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Mati Karena Aturan

Mati Karena Aturan

Seorang Ratu Thailand yang berumur 19 tahun sedang mengandung, meninggal bersama anaknya yang belum genap berusia 2 tahun. Kematiannya sangat tragis dan terjadi pada tahun 1880, Sang ratu ingin pergi ke istana musim panas dan harus menyeberang sungai terbesar di Thailand yang bernama Chao Phraya. Nahas nya kapal yang ditumpangi sang ratu tenggelam karena diterjang ombak yang besar dan sang ratu tidak dapat berenang. Tidak ada yang berani menolong sang ratu, karena aturan di kerjaan mengatakan tidak boleh seorangpun yang boleh memegang anggota kerajaan, dan bila berani hukumannya adalah hukuman mati. Jadi yang dilakukan oleh para prajurit dan pengawalnya hanyalah melemparkan buah kelapa dengan harapan sang putri dapat meraih buah kelapa dan mengapung, tetapi karena memang sang Putri tidak dapat berenang, akhirnya sang putri mati tenggelam bersama anaknya yang belum berusia 2 tahun, serta bayi yang dikandungnya.

Kalau saya membaca sejarah, bangsa yang paling banyak mengeluarkan aturan adalah bangsa Yahudi pada masa sekitar 2000 tahun yang silam, semuanya diatur, seperti kalau mau makan harus cuci tangan, Hari Sabat tidak boleh bekerja karena mereka percaya bahwa hari Sabat adalah harinya Tuhan sehingga hari Sabat hanya digunakan untuk memuliakan Tuhannya, tidak boleh berkumpul dengan orang-orang yang dianggap berdosa, seperti pemunungut cukai dianggap orang yang berdosa. Orang yang sakit kusta dianggap sebagai orang yang terkutuk oleh Tuhan, sehingga kalau ada orang yang terkena penyakit kusta akan dikucilkan. Bangsa Yahudi di jaman itu percaya bahwa hari Sabat adalah harinya Tuhan, maka orang Yahudi tidak boleh bekerja pada hari Sabat, hari Sabat harus digunakan untuk menyembah Tuhan. Menyembuhkan orang sakit di hari Sabat juga tidak diperbolehkan, karena menyembuhkan orang sakit dianggap bekerja. Seolah-olah mementingkan hari Sabat sebagai harinya Tuhan lebih penting dibandingkan dengan menolong orang yang sedang sakit agar dapat sembuh.

Kedua kejadian ini, menolong orang sakit pada hari Sabat, dan menolong Ratu Siam yang tenggelam di sungai Chao Phraya dan meninggal, dan tidak ada yang berani menolong bahkan pengawalnyapun tidak berani, karena adanya aturan yang melarang untuk memegang anggota kerajaan, dapat dijadikan refleksi bagaimana kita harus membuat aturan. Dalam membuat aturan harusnya ditambahkan dengan suatu nilai kehidupan manusia yang lebih tinggi yaitu kemanusiaan itu sendiri yang kita sebut cinta kasih. Cinta kasih terhadap sesama manusia menjadi nilai yang paling tinggi, maka kejadian di dalam dua cerita di atas tidak akan terjadi seandainya nilai kasih terhadap sesama manusia, menjadi nilai yang utama.

Pelajaran yang saya dapatkan
Di dalam membuat aturan perlu ada nilai nilai yang kita pegang, seperti nilai kasih terhadap sesama manusia. Penerapan yang paling sederhana di dalam perusahaan adalah pada saat mengangkat karyawan kontrak. Di Andal Software, setiap karyawan yang baru masuk statusnya adalah karyawan kontrak selama 1 (satu) tahun. Karena selama ini kami menerapkan masa percobaan yang lamanya tiga bulan, kami belum dapat melihat calon karyawan yang harus menggali potensi dirinya terlebih dahulu baru kelihatan prestasinya. Calon karyawan Andal Software kebanyakan adalah Fresh Graduate yang belum pernah kerja, sehingga mereka harus melakukan penyeseuaian dari kebiasaan kuliah dan memulai kebiasaan baru di tempat kerja. Biasanya memerlukan waktu 6 bulan agar seseorang terlihat prestasinya, sedangkan peraturan di depnaker tidak boleh memperpanjang masa percobaan.

Karyawan kontrak selama 1 tahun, tidak akan diperpanjang masa kontraknya, jadi kalau sudah selesai 1 tahun kontrak, pilihannya adalah dilanjutkan menjadi karyawan tetap atau diberhentikan. Di Andal Software selama masa kontrak karyawan dapat bebas untuk mengajukan pengunduran diri, demikian juga Andal Software dapat memberhentikan karyawan kontrak kapan saja, apabila karyawan tersebut tidak sesuai dengan strandard dari Andal Software. Karyawan yang diputus kontraknya tidak berarti bahwa karyawan tersebut tidak baik, mungkin di tempat lain akan bisa berkarya lebih baik. Setiap perusahaan mempunyai kultur yang berbeda, dan setiap orang juga mempunyai nilai yang berbeda juga, sehingga ada orang yang cocok bekerja dengan lingkungan tertentu dan tidak cocok di lingkungan lainnya.

Dengan memberhentikan karyawan yang tidak cocok dengan kultur di Andal Software artinya kami memberikan kesempatan pada karyawan tersebut untuk mencari perusahaan lain, dimana mereka bisa bertumbuh di perusahaan tersebut. Seandainya Andal Software menerapkan aturan bahwa kontrak harus diselesaikan dan bila tidak akan didenda, artinya Andal Software tidak mau memberikan kesempatan kepada karyawan tersebut untuk mencari tempat yang cocok untuk dia dapat bertumbuh. Aturan kontrak dibuat untuk menguntungkan kedua belah pihak, karyawan dapat mencari lingungan yang cocok untuk dirinya bertumbuh, dan Andal Software dapat mencari karyawan yang cocok dengan kultur Andal Software, agar mereka dapat bertumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuannya.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

30 Aug 2019 | 2405
06 Sep 2019 | 2207
20 Sep 2019 | 1939