rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Pekerja Yang Cerdas

Pekerja Yang Cerdas

Pada suatu hari seorang pekerja mendapatkan pekerjaan untuk menggarap ladang seorang yang kaya, dan mempunyai ladang yang sangat luas. Si pekerja itu tentunya dengan senang hati dalam menggarap ladang si tuan tanah, pada saat menggali tanah dia melihat ada sebongkah batu yang bernilai tinggi. Akhirnya dia tutup lagi lubang tersebut dan menggali lubang di tempat lainnya. Sepulang kerja dia berpikir bagaimana caranya agar dia dapat memiliki ladang yang ada batu yang berharga, kemudian dia mendapatkan ide, bahwa dia akan menjual semua yang ia miliki untuk mendapatkan batu yang sangat berharga. Setelah menawarkan dan mendapatkan uangnya maka dia memberanikan diri untuk mendapatkan sebidang tanah yang ada batu berharganya.

Akhirnya si pemilik lahan memberikan sebagian kecil tanahnya untuk dimiliki oleh si pekerja yang cerdas, dan dia membangun rumah di tanah yang kecil itu, sambil menjaga ladang milik si orang kaya. Akhirnya dia dapat memiliki batu yang sangat berharga, dan dia mendapatkan kekayaan yang diinginkan. Untuk mendapatkan sesuatu yang lebih berharga seseorang harus berani untuk melepaskan apa yang telah dimilikinya, seandainya si pekerja yang cerdas tadi tidak mau melepaskan apa yang dimiliki, maka dia tidak akan pernah mendapatkan sesuatu yang lebih berharga. Didalam pekerjaan sering sekali kita mendengar para manager atau bahkan direksi atau pemilik perusahaan yang mengatakan, bahwa dia sudah memberikan banyak waktu dan tenaga untuk mengajarkan pada karyawan baru, dan kalau sudah bisa kemudian dia keluar. Artinya waktu yang dia berikan untuk karyawan tersebut menjadi sia-sia. Akhirnya si pemilik perusahaan atau manager tidak mau lagi untuk memberikan pelajaran pada karyawan baru.

Kepandaian atau kemampuan sang pemilik perusahaan tidak akan berkembang dan bertumbuh, karena dia akan melakukakan hal yang sama terus menerus. Pada saat dia mengajarkan pada karyawan baru, maka karyawan tersebut akan menjadi pandai, dan dapat mengambil beberapa pekerjaan yang telah dia kuasai, sehingga beban pekerjaan pemilik perusahaan akan berkurang. Pada saat beban pekerjaan berkurang maka si pemilik perusahaan dapat mengerjakan hal lain, yang dapat membuat perusahaan lebih berkembang lagi. Seandainya karyawan yang telah dididik tersebut keluar, maka yang terjadi sebenarnya adalah perubahan pada proses bisnis yang lebih baik, semakin banyak mengajarkan kepada karyawan baru, maka kemampuan si pemilik perusahaan tersebut dalam mendidik karyawan baru akan meningkat, dan mungkin juga akan menemukan cara baru dalam mengerjakan pekerjaan tersebut. Akibatnya prosesnya akan lebih baik, semakin sering mengajarkan karyawan baru akan semakin baik prosesnya.

Seperti si pekerja yang pandai, dia mau melepaskan semua hartanya demi mendapatkan batu yang berharga, sama dengan pekerjaan yang dilakukan oleh si pemilik tersebut, semakin banyak pekerjaan yang dapat didelegasikan maka semakin banyak orang yang dapat mengerjakan pekerjaan dan semakin cepat pula pekerjaan dapat diselesaikan. Dengan memiliki waktu yang lebih banyak, karena banyak pekerjaan yang telah dilimpahkan maka si pemilik perusahaan tersebut dapat memikirkan hal-hal yang lebih strategis lagi. Apa yang terjadi bila si pemilik perusahaan tersebut tidak mau mengajarkan kepada karyawan barunya atau karyawan lama untuk meningkatkan kemampuannya? Maka si pemilik perusahaan akan mengerjakan pekerjaan yang itu-itu saja, dan pasti perusahaannya sulit untuk berkembang lebih besar lagi. Karena untuk membuat perusahaan menjadi lebih besar, memerlukan lebih banyak orang untuk melakukan pekerjaannya.

Pelajaran yang saya dapatkan
Pada awalnya memang sulit untuk melepaskan pekerjaan yang saya sukai, tetapi saya harus rela melepaskan beberapa pekerjaan, agar saya dapat mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang lebih strategis lagi. Sekarang saya sudah merasakan manfaatnya, saya sudah tidak memegang pekerjaan di operation lagi, dengan lepas dari operation, saya dapat melihat perusahaan dari atas istilahnya helicopter view. Bagaimana perusahaan bergerak, dan kemana perusahaan harus menuju.

Mempunyai banyak waktu untuk lebih memikirkan bagaimana perusahaan harus dibawa, memerlukan banyak referensi, membaca buku menjadi salah satu referensi yang sangat berharga, selain berbincang dengan orang-orang yang mempunyai kompetensi di bidangnya. Mau melepaskan sesuatu yang dimiliki tidak hanya berlaku di dalam bisnis saja, tetapi di dalam kehidupan juga sama. Apakah kita mau meluangkan sedikit waktu kita untuk memelihara kesehatan? Kesehatan adalah salah satu batu yang berharga, yang sering dilupakan orang. Dengan mengejar karir atau harta, kita lupa terhadap kesehatan kita.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

30 Aug 2019 | 2405
06 Sep 2019 | 2207
20 Sep 2019 | 1938