rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Ambisi

Ambisi

Pada saat saya mulai berusaha, saya belajar bahwa setiap orang harus mempunyai ambisi untuk bisa lebih maju. Ambisi yang saya mengerti pada saat itu adalah seseorang yang mempunyai cita cita besar seperti mempunyai perusahaan yang besar, mempunyai rumah yang luas, menjadi seorang yang terkenal. Semua ambisi ini menurut saya pada saat itu adalah baik, untuk mendorong seseorang menjadi maju. Seseorang mau mengorbankan apa saja selama itu tidak dosa akan dikerjakan demi mengejar ambisinya.

Perjalanan dalam meraih cita-cita sesuai ambisi yang ada ternyata tidak berjalan dengan mulus, saya pernah mengalami beberapa kali jatuh. Kejatuhan ini yang menyadarkan saya, apakah memang dalam hidup harus mengejar ambisi yang ada di dalam diri kita? Saya sudah banyak membaca autobiografi beberapa orang yang saya anggap sukses, dan ternyata mereka biasanya mempunyai ambisi, dan banyak dari mereka mengalami suatu tantangan dalam hidupnya, kemudian kehidupan mereka berubah total.

Saya sudah banyak membaca biografi orang-orang yang saya anggap sukses, ternyata memang benar hampir semua orang-orang yang sukses awalnya yang mereka kejar adalah ambisi pribadi seperti mempunyai sesuatu yang besar, atau karir yang bagus agar merasa bahwa dirinya adalah orang yang hebat. Setelah mereka menjalankan dan mengerjakan apa yang mereka inginkan, dan mungkin sudah mencapai apa yang diinginkan atau dalam perjalanan mencapai apa yang diinginkan, ada beberapa orang yang menyadari tentang apa yang sedang dikejar. Apakah memang benar itu semua yang dia kejar? Kalau saya membaca bukunya Clayton Christensen yang berjudul How will you measure your life? Mengatakan sebenarnya kita harus mencari tujuan yang lebih tinggi, the purpose of life. Setiap orang diciptakan mempunyai misi yang berbeda. Dan di buku tersebut juga dijelaskan tentang hubungan juga menjadi penting, banyak orang mengatakan bekerja keras untuk membangun keluarga, tetapi akhirnya tidak mempunyai waktu untuk membangun hubungan dengan keluarganya.

Diantara buku biografi yang saya baca, saya paling berkesan dengan kehidupan Ignatius, dia dilahirkan di daerah Basque, Spanyol. Dia dilahirkan pada tanggal 23 Oktober 1491, dan merupakan anak yang ketigabelas, dan pada saat Ignatius masih kecil ibunya meninggal, sehingga dia dibesarkan oleh ibu angkatnya, istri dari seorang pandai besi. Ignatius kecil berambisi menjadi orang yang terkenal dan masuk ke militer menjadi Ksatria (Knight). Pada saat negara dia diserang oleh tentara Perancis, maka dia maju ke depan medan pertempuran, karena jumlah tentara Perancis jauh lebih besar, maka pasukan Ignatius kalah, dia sudah diperingatkan oleh kakaknya untuk mundur, tetapi dia tetap bertahan di benteng untuk mempertahankan negaranya. Akhirnya tentara Perancis menggunakan meriam untuk menghancurkan bentengnya, dan Ignatius terkena sehingga kakinya patah dan tidak dapat berjalan. Dia dibawa pulang ke Puri dan disembuhkan kakinya, pada saat mulai sembuh, ternyata kaki kanan dan kirinya tidak sama, maka dia minta kepada dokter untuk dipatahkan dan disambung kembali, bayangkan pada masa itu belum ada obat bius.

Selama menjalani perawatan Ignatius tidak dapat bergerak banyak, dan meminta buku bacaan tentang ke pahlawanan, ternyata di situ tidak ada buku ke pahlawanan, yang ada adalah buku buku perjuangan kemanusiaan. Dari buku buku yang a baca tersebut, banyak menginspirasi dirinya, untuk dapat berjuang di dalam kemanusiaan. Akhirnya dia menjadi Imam Katholik, di dalam perjalanannya dia membuat metoda latihan rohani, yang sampai sekarang sangat dikenal dan banyak orang yang mengikutinya. Latihan rohani ini tidak diperuntukan hanya untuk para Imam saja, melainkan awam. Ignatius ini juga mendirikan ordo Jesuit yang karya karyanya sangat terkenal baik di Indonesia maupun di banyak negara.

Karya Jesuit kebanyakan adalah di pendidikan, seperti LPPM yang mulai dikenal pada tahun 80an didirikan oleh seorang Imam Jesuit, dan sekolah Akademi Teknik Mesin di daerah Surakarta dan didirikan oleh Romo Cassut SJ. Tentunya Ignatius pada saat mendirikan Ordo Jesuit tidak mengira bahwa hasil karyanya dapat menyebar ke seluruh dunia, dan dari karya itu banyak yang membantu untuk mengangkat kehidupan orang banyak, tanpa harus memandang pada agama yang sama, atau bangsa yang sama. Tetapi siapa saja boleh menikmati hasil karyanya, dengan ikut serta dalam lembaga lembaga yang didirikannya.

Pelajaran yang saya dapatkan
Setiap orang yang dilahirkan mempunyai misi di dalam hidupnya, misi ini yang perlu terus kita cari, setelah menemukan misinya, kemudian kita dapat menjalani misi pribadi tersebut. Pada awalnya ambisi untuk diri sendiri dapat digunakan untuk kita dapat berkarya, tetapi kita perlu untuk terus menerus mencari tujuan hidup yang lebih tinggi lagi. Secara rutin kita perlu untuk berkontemplasi agar dapat menemukan tujuan hidup yang lebih tinggi.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

30 Aug 2019 | 2404
06 Sep 2019 | 2207
20 Sep 2019 | 1938