rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Servent Leadership

Servent Leadership

Kata leadership belum lama muncul di permukaan dan banyak perbincangan tentang leadership, dan banyak orang mengartikan bahwa Kepemimpinan itu adalah leadership. Definisi bahwa kepemimpinan adalah leadership menurut saya, adalah salah kaprah, karena seorang pemimpin belum tentu menjadi seorang leader yang baik. Tidak semua good leader mempunyai jabatan, maka ada sebutan seperti informal leader. informal leader adalah orang yang tidak mempunyai jabatan, biasanya didalam perusahaan, tetapi dia mempunyai pengaruh yang luar biasa.

Sekarang ini kita masih merasakan, misalnya seorang yang mempunyai kedudukan didalam perusahaan besar, maka pada saat dia pergi akan minta dikawal dengan sepeda motor polisi, agar yang lain minggir, sikap seperti ini adalah sikap seorang penguasa bukan seorang leader. Walaupun kejadian ini sekarang sudah jarang terlihat, kalaupun ada biasanya mobil menteri. Mobil pribadi yang dipasang lampu strobo dan sirene, pada saat jalan macet dia nyalakan lampunya dan sirenenya. Sebetulnya semua kejadian diatas, ingin menunjukkan bahwa mereka mempunyai kuasa. Seorang pemimpin yang merasa dirinya mempunyai kuasa atas perusahaan dan anak buahnya, saya yakin kepemimpinannya tidak akan efektif, karena anak buahnya menurut perintah bukan karena respek melainkan karena ketakutan. Seseorang yang menurut perintah karena ketakutan, dia akan melakukan sesuatu dengan motivasi takut.

Saya melihat di youtube seorang Pemimpin Tertinggi di Angkatan Darat yang bernama Pak Muljono, sangat menginspirasi sekali, dia mencopot bintang 4 yang ada di leher baju kanan dan kirinya. Dan dia mengatakan bahwa walaupun seorang prajurit berpangkat kopral, tidak harus takut dengan seorang kasad. Sang Jenderal ini ingin mengubah kultur di Angkatan Darat, bahwa komunikasi antara atasan dan bawahan harus baik, tidak ada rasa takut, sehingga bisa saling terbuka. Dengan mengubah kultur semacam ini, organisasi angkatan darat akan maju pesat.

Sama halnya di dalam perusahaan, saya masih sering melihat, bahkan di Andal Software sendiri, saya berusaha untuk terbuka dengan semua andalers, tetapi masih ada saja yang merasa takut. Perubahan ini harus dilakukan dari atas, tidak mungkin terjadi dari bawah, karena semua insiatif harus dilakukan dari atas.

Mengapa seorang pemimpin yang ditakuti, kepemimpinannya tidak efektif? Biasanya kalau seseorang takut, maka pada saat diberi perintah akan dilakukan, tetapi kalau tidak ada perintah tidak akan dilakukan. Dalam keadaan seperti ini, orang-orang yang mempunyai kemampuan tidak akan bertahan dibawah kepemimpinan yang seperti ini, karena mereka tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan aktualisasi diri. Akhirnya akan menciptakan lingkungan yang yes man, apapun yang dikatakan si pemimpin akan diikuti. Kepemimpinan seperti ini tidak efektif, karena sebagai seorang pemimpin tidak mengetahui secara detail yang terjadi dibawah, mereka tidak akan mendapatkan feedback yang baik dari bawah.

Bagaimana seorang pemimpin dapat membuat keputusan yang baik kalau tidak mendapatkan data yang baik dari bawah? Kepemimpinan seperti ini ibarat badan manusia yang sudah kehilangan kepekaan syaraf perasa, sehingga pada saat jalan dan menginjak paku atau lantai yang panas tidak berasa, akibatnya kakinya akan luka atau terbakar tanpa terasa.

Pemimpin yang dapat melayani anak buahnya agar mereka dapat berkembang dan maju, adalah seorang leader. Anak buah dari seorang leader yang baik, akan berkembang menjadi orang orang yang dapat mengembangkan potensi dirinya. Dibawah kepemimpinan seorang leader yang baik, biasanya orang-orang yang ingin bertumbuh dan berkembang akan merasa nyaman, dan orang orang yang tidak suka dengan pertumbuhan dan perkembangan dirinya pasti tidak akan bertahan. Orang yang ingin bertumbuh dan berkembang sangat suka bekerja keras selama dia mendapatkan hal-hal baru didalam dirinya.

Pelajaran yang saya dapatkan
Seorang servent leadership, dalam mencapai goal yang ditargetkan dalam perusahaan, yang dikejar adalah bagaimana dia dapat membantu anak buahnya agar dapat mencapai goal yang telah ditentukan oleh perusahaan. Dengan mengembangkan anak buah nya hingga mempunyai kemampuan untuk mengejar goal, maka pertumbuhan perusahaan akan lebih cepat dibandingkan dengan kalau kita hanya mengejar goalnya saja, dan anak buah dijadikan alat untuk mengejar goal tersebut.

Perbedaan cara berpikir yang kecil ini akan menghasilkan perbedaan yang sangat besar sekali. Walaupun dalam mengembangkan anak buah untuk dapat mencapai goal lebih sulit dibandingkan kalau semua dikendalikan oleh sang pemimpin, tetapi dalam jangka panjang, cara yang pertama akan jauh lebih baik hasilnya, dan pencapaiannya akan menjadi berlipat ganda.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

09 Nov 2018 | 1860