rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Diperlukan Kerendahan Hati untuk Menjadi Besar

Diperlukan Kerendahan Hati untuk Menjadi Besar

Saya beruntung dilahirkan di keluarga besar. Dimana banyak sekali memiliki saudara-saudara, sehingga sejak kecil saya dapat mengamati apa yang mereka lakukan dan saya dapat belajar dari mereka. Pada saat saya mulai menginjak dewasa, saya sudah terbiasa dengan mengamati banyak orang. Yang menjadi menarik dalam mengamati orang adalah sebuah pertanyaan. Apa yang membedakan orang yang mempunyai usaha menjadi besar dan orang yang usahanya menjadi besar kemudian hilang atau jatuh? Atau ada juga orang yang berusaha tetapi perkembangan usahanya statis.

Saya punya saudara yang tinggal di suatu kota. Kemudian dia membangun usaha dimulai dari kecil, dan dilakukan sendiri. Lama-kelamaan usahanya menjadi besar, dia mempunyai banyak karyawan untuk mengerjakan pekerjaannya. Kalau saya berkunjung ke kota tersebut, dan menginap disana, hampir semua orang di kota itu mengenalnya. Usaha ini telah bertahan bertahun-tahun. Saya ingat benar dari rumah yang sederhana kemudian membeli tanah di sekitar rumahnya. Sehingga rumahnya menjadi besar sekali, sekaligus untuk tempat usaha. Tetapi akhirnya usaha tersebut habis, sudah mulai banyak orang yang melakukan usaha sejenis di kotanya, tetapi ia tidak dapat bersaing lagi dengan yang lainnya.

Pertanyaan saya adalah bagaimana caranya seseorang yang memulai usahanya dari bawah tetapi bisa menjadi besar. Hingga dapat membuat perusahaan tersebut mempunyai anak-anak perusahaan yang lainnya. Saya juga mulai mengamati dan bertanya, apa sebenarnya yang membuat beda? Saya banyak membaca buku-buku biografi baik dari Indonesia maupun yang di luar, untuk mengetahui bagaimana mereka membangun usaha hingga dapat menjadi besar. Dari pertanyaan tersebut, saya mulai melihat ada suatu perbedaan yang sangat jelas.

Pada saat seseorang membangun usaha dan usahanya mulai besar, ada sebagian orang yang mau belajar dengan cara mencari orang-orang yang lebih mampu dalam menangani usaha yang lebih besar lagi. Tentunya cara mengelola perusahaan sudah tidak sama lagi pada saat perusahaan tersebut masih kecil dan setelah perusahaan menjadi besar. Biasanya seorang pendiri perusahaan merasa dirinya paling hebat, karena dia sudah bisa mendirikan perusahaan dan perusahaan yang didirikan itu menjadi perusahaan besar. Maka dia merasa menjadi orang yang sudah hebat, kelemahan orang yang merasa dirinya hebat adalah tidak mau mendengarkan orang lain, atau menganggap remeh orang lain.

Orang seperti itu sulit untuk bekerja sama dengan orang lain yang lebih hebat dari dirinya. Dikarenakan orang-orang yang mempunyai pengetahuan lebih dalam mengelola usaha pasti tidak cocok dengan orang yang merasa dirinya hebat. Sebaliknya orang-orang yang membangun usaha dari kecil dan bisa menjadi perusahaan yang berkembang besar adalah orang-orang yang rendah hati. Dia mau belajar dari orang lain, dan orang-orang di sekitar dia. Pada saat saya membaca buku The man of honor yang ditulis oleh Teguh S Pambudi. Ia menceritakan Williem Suryadjaja, pendiri Astra. Pada saat perusahaannya menjadi besar, dia dikelilingi oleh orang-orang yang hebat. Seperti T.P Rachmat yang sekarang juga mempunyai perusahaan sendiri yang sangat besar.

Kerendahan hati mau belajar dan mendengarkan orang lain adalah kunci kesuksesan seseorang dalam hidupnya. Mempunyai kerendahan hati untuk belajar dari orang lain, tidak berarti mempunyai banyak orang kemudian diserahkan sepenuhnya untuk mengelola perusahaan. Hal ini pasti tidak akan jalan karena saya pernah mendengarkan wawancara seseorang yang ditanya bagaimana caranya untuk mengelola kalau dia tidak tahu untuk mengelola perusahaan? Jawabnya dia akan mempekerjakan orang-orang hebat dan merekalah yang akan menjalankan usahanya. Mempunyai kerendahan hati untuk belajar, tidak sama dengan mempunyai orang hebat di sekelilingnya kemudian menyerahkan sepenuhnya.

Saya ambil contoh pendiri Microsoft yang bernama Bill Gate, sekarang ini dia sudah tidak lagi ada di Microsoft. Tetapi pada saat Satya Nadela diangkat menjadi CEO nya, dia meminta Bill Gate untuk menjadi penasehatnya. Bill Gate tidak meninggalkan perusahaannya dan hanya mempekerjakan orang-orang hebat di sekililingnya. Bill Gate membangun perusahaan hingga besar, kemudian dia mendidik orang-orang besar itu. Ketika perusahaan tersebut sudah dapat berjalan dengan baik, Bill Gate baru perlahan-lahan mengundurkan diri.

Pelajaran Yang Didapatkan
Dari pengolahan batin dalam mencari jawaban atas pertanyaan mengapa sebagian orang mendirikan perusahaan dari awal dapat menjadi besar. Sedangkan banyak yang lainnya bisa menjadi besar kemudian hilang tidak berbekas. Jawabannya adalah pada kerendahan hati, karena seseorang yang rendah hati, dia mau belajar kepada siapa saja. Dia menganggap dirinya bukan Superman yang serba bisa. Kalau seseorang merasa dirinya sudah menjadi Superman, sangatlah sulit untuk belajar dari orang lain. Seseorang yang tidak dapat mengembangkan ilmunya, sangat sulit untuk menjadi besar.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

28 Mar 2019 | 2123