rss

Artikel Kiat & Tips

Lebih dari 10 tahun kami hanya fokus membuat produk payroll, banyak pengalaman yang kami dapatkan. Dari pengalaman tersebut, kami yakin dapat membantu dan memberikan solusi untuk permasalahan perhitungan penggajian di perusahaan Anda.

5 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Saat Pembagian THR

5 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Saat Pembagian THR

Pembagian Uang THR merupakan saat yang dinantikan oleh semua Pekerja/buruh. terdapat 5 hal yang harus ketahui sebelum menghitung Uang THR. seperti masa kerja karyawan yang berhak, besaran uang THR, Uang THR bagi karyawan yang mengundurkan diri dan Anda juga bisa menggunakan tools excel untuk menghitung atau memastikan perhitungan pajak Uang THR.

  1. Masa Kerja 1 bulan sudah mendapatkan Uang THR Keagamaan.

    Dalam PERMEN 06 tahun 2016 Pasal 2, berbunyi :
    “Pengusaha wajib memberikan THR Keagamaan kepada Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus atau lebih”.

    Perubahan yang terjadi dalam PERMEN 06 tahun 2016 memang menguntungkan dari sisi Pekerja/Buruh, karena dalam PERMEN yang lama (PERMEN 04 tahun 1994) batas minimal masa kerja Pekerja/Buruh untuk berhak atas THR Keagamaan adalah 3 (tiga) bulan.

  2. Besaran Upah THR Keagamaan sebesar 1 (satu) kali Upah atau lebih.

    Besaran Upah THR Keagamaan sebesar 1 (satu) kali Upah, Upah yang dimaksud terdiri dari komponen :

    1. Upah tanpa tunjangan yang merupakan upah bersih, atau
    2. Upah Pokok termasuk Tunjangan Tetap.
    Sesuai dalam PERMEN 06 tahun 2016 Pasal 3.

    Tetapi jika penetapan besaran nilai THR Keagamaan yang ditetapkan di dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama atau kebiasaan yang telah dilakukan lebih besar dari 1 (satu) kali Upah, maka THR Keagamaan yang dibayarkan kepada Pekerja/Buruh adalah sesuai dengan yang tercantum dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama atau kebiasaan yang telah dilakukan.
    (PERMEN No. 06 tahun 2016 Pasal 4).

  3. THR Keagamaan diberikan dalam bentuk Uang Rupiah.

    Memang dalam PERMEN sebelumnya (PERMEN No. 04 tahun 1994) memperbolehkan THR Keagamaan sebagian diberikan dalam bentuk lain (selain uang), sepanjang nilainya tidak boleh melebihi 25% dari nilai THR yang seharusnya diterima. Tetapi perlakuan ini sudah tidak berlaku lagi, dengan adanya PERMEN baru (PERMEN No. 06 tahun 2016).

    Dalam PERMEN No. 06 tahun 2016 Pasal 6, mengatakan :
    “THR Keagamaan diberikan dalam bentuk uang dengan ketentuan menggunakan mata uang rupiah Negara Republik Indonesia”.

    Jadi, Pengusaha tidak boleh lagi memberikan THR Keagamaan dalam bentuk lain (selain uang) sebagai komponen upah pemberian THR.

    Misalkan :
    THR Keagamaan akan diberikan sebesar 1 (satu) bulan Upah (misalkan 4juta).
    Tetapi Pengusaha memberikan THR Keagamaan dalam bentuk Uang sebesar 3,5juta dan bingkisan lebaran sebesar 500 ribu. Walaupun kalau ditotal jumlahnya 4 juta, perlakuan ini tidak diperbolehkan lagi.

  4. Bagi Pegawai Tetap yang mengalami pemutusan hubungan kerja 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan, tetap berhak THR Keagamaan.

    Dalam PERMEN No. 06 tahun 2016 Pasal 7 ayat(1), mengatakan :
    “Pekerja/buruh yang hubungan kerjanya berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu dan mengalami pemutusan hubungan kerja terhitung sejak 30 (tiga puluh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan, berhak atas THR Keagamaan”.

    Tetapi, perlakuan dalam Pasal diatas tidak berlaku bagi Karyawan Kontrak atau Pekerja/Buruh yang mempunyai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), yang hubungan kerjanya berdasarkan perjanjian kerja waktu tertentu, yang berakhir sebelum Hari Raya Keagamaan.

  5. Periksa Potongan Pajak THR (apakah sudah sesuai?)

    Bagi karyawan yang dipotong atas Pajak THR, mungkin selama ini selalu bertanya-tanya asal mula perhitungan pajak THR kepada bagian HRD atau Payroll. Masalah ini bukan hanya dialami oleh beberapa Perusahaan saja, tetapi hampir semua Perusahaan yang menerapkan Potongan Pajak dibebankan ke karyawan. Setiap tahun selalu saja melayani karyawan yang menanyakan asal Potongan Pajak THR tersebut dan hasilnya juga kadang tidak ada penyelesaiannya.

    Mulai dari “Kenapa potongan Pajak THR yang berbeda dari tahun lalu?”, sampai dengan “Kenapa potongan Pajak THR berubah ketika pembayaran gaji akhir bulan? (khusus pembagian THR sebelum penggajian akhir bulan)”.

    Sebenarnya masalah ini dapat diselesaikan jika sistem penggajian di dalam Perusahaan sudah ada fitur Slip THR yang terdapat penjelasan perhitungan pajak THR. Dengan demikian, semua pertanyaan karyawan dapat terwakili dengan membagikan Slip THR tersebut.

    Jika saat ini, di dalam sistem penggajian belum terdapat fitur tersebut, maka seharusnya dapat dimintakan oleh vendor terkait untuk menambahkan fitur Slip THR yang terdapat penjelasan Perhitungan Pajak THR. Fitur ini tidak hanya berguna pada saat THR saja, melainkan dapat dimanfaatkan untuk Slip Gaji Bulanan.

    Memang tidak semua karyawan memahami dari perhitungan pajak PPh21. Untuk itu, bagi Perusahaan yang belum memakai sistem penggajian, kami membagikan secara cuma-cuma tools excel sederhana perhitungan pajak. Dan tools excel ini juga bermanfaat bagi kita sebagai karyawan, untuk memeriksa atau memastikan besaran potongan pajak THR yang sudah dipotong.

    Tools Excel Sederhana Perhitungan Pajak ini dibuat sesuai dengan ketentuan PER 16/PJ/2016.

 

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.