rss

Artikel Kiat & Tips

Lebih dari 10 tahun kami hanya fokus membuat produk payroll, banyak pengalaman yang kami dapatkan. Dari pengalaman tersebut, kami yakin dapat membantu dan memberikan solusi untuk permasalahan perhitungan penggajian di perusahaan Anda.

Cara Menghitung Pajak Uang Pesangon

Cara Menghitung Pajak Uang Pesangon

Pemerintah melalui UU 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, telah mengatur besaran Uang Pesangon sebagai hak bagi karyawan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dalam Pasal 157 sampai dengan Pasal 172, disana terdapat 13 jenis PHK. Seperti :

  1. PHK atas Kemauan Sendiri,
  2. PHK karena Pekerja melakukan Pelanggaran Berat (melanggar hukum),
  3. PHK karena Pekerja ditahan pihak berwajib,
  4. PHK karena Pengusaha mengalami kerugian (force majeure),
  5. PHK karena Perusahaan mengalami pailit,
  6. PHK karena Pekerja melanggar peraturan perusahaan/perjanjian kerja.
  7. PHK karena Perusahaan melakukan merger, pergantian kepemilikan dll tetapi pekerja menolak dipekerjakan kembali,
  8. PHK karena Pengusaha melakukan pelanggaran berat (melanggar hukum).
  9. PHK karena Pengusaha melakukan efisiensi.
  10. PHK karena Pekerja telah memasuki masa pensiun.
  11. PHK karena Perusahaan melakukan merger, pergantian kepemilikan dll tetapi pengusaha menolak/ tidak bersedia mempekerjakan kembali karyawan.
  12. PHK karena Pekerja meninggal dunia.
  13. PHK karena Pekerja mengalami sakit perkepanjangan.

Dari masing-masing jenis PHK diatas terdapat pengaturan untuk menentukan besaran Uang Pesangon, terdapat beberapa faktor yang akan mempengaruhi besaran Uang Pesangon yang nantinya akan diterima karyawan, diantaranya :

  1. Jenis PHK,
  2. Masa Kerja Karyawan,
  3. Jenis Pengenaan Pajak atas Uang Pesangon, dan
  4. Nilai dasar untuk menentukan perhitungan Uang Pesangon (Gaji Pokok + Tunjangan Tetap).

Dari ke-4 Faktor diatas, hanya Faktor point 1 dan 2 yang akan berpengaruh untuk menentukan komponen pokok dari Uang Pesangon, komponen tersebut diantaranya :

  1. Uang Pesangon (sesuai Pasal 156 ayat 2)
  2. Uang Penghargaan Masa Kerja (sesuai Pasal 156 ayat 3)
  3. Uang Pergantian Hak (sesuai Pasal 156 ayat 4)
  4. Uang Pisah (sesuai Pasal 162 ayat 2)

Tetapi perlu diingat, ke-4 komponen diatas tergantung dari 4 Faktor diatas (Jenis PHK, Masa Kerja, Jenis Pajak dan Nilai dasar).
Karena bisa saja, pada kondisi tertentu (misalkan PHK karena pekerja telah memasuki masa pensiun), Uang Pesangon akan dihitung 2x lipat.

Dengan banyaknya variasi Jenis PHK, maka user HRD akan lebih mudah jika di dalam sistem penggajiannya sudah termasuk menghitung Pajak Uang Pesangon, tentunya sesuai dengan Jenis PHK yang alami karyawan. Berikut merupakan contoh sistem penggajian yang sudah otomatis menghitung pajak pesangon, ketika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja karyawan.

Untuk memudahkan Anda dalam menentukan besaran Uang Pesangon, Kami akan berbagi suatu tools excel sederhana yang dapat menghitung besaran Uang Pesangon, termasuk juga pajak atas Uang Pesangon.

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.