rss

Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

The New Psychology of Success

The New Psychology of Success

Carol S. Dweck seorang Psycholog setelah menjalankan research apa yang membuat beda antara orang yang sukses dan yang tidak. Ternyata perbedaan berada pada cara berpikir (Mindset). Kebanyakan orang-orang yang sukses cara berpikirnya growth mindset, sedangkan orang yang kurang berhasil berpikir fixed mindset.

Di dalam bukunya yang berjudul Mindset mengulas banyak hal tentang cara berpikir ini, menurut saya buku ini sangat menarik dan membuat pemikiran baru untuk saya. Setelah selesai membaca buku Mindset ini, saya mulai mengevaluasi diri saya tentang bagaimana saya berpikir. Ternyata masih banyak yang perlu saya perbaiki dan saya merasa bersyukur karena saya masih bisa bertumbuh lagi untuk mendapatkan hal-hal baru dengan cara berpikir yang berbeda.

Kemudian saya mulai mengevaluasi ke lingkungan kecil saya di Andal, cara berpikir yang bagaimana yang dapat dikategorikan sebagai fixed mindset dan mana yang growth mindset. Pertanyaannya adalah apakah orang yang berpikir fixed mindset dapat berubah menjadi growth mindset?. Pengalaman saya di Andal ada beberapa orang yang tadinya mempunyai fixed mindset sudah berubah menjadi growth mindset. Pada saat cara berpikirnya berubah hasil pekerjaannya menjadi jauh lebih baik dan prestasi dalam pekerjaannya juga bagus. Jadi pertanyaannya adalah bagaimana caranya mengubah dari fixed mindset menjadi growth mindset?. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita lihat apa yang disebut dengan fixed mindset dan ciri-cirinya dan apa yang disebut dengan growth mindset beserta ciri-cirinya.

Orang yang mempunyai growth mindset percaya bahwa dirinya bisa bertumbuh sehingga pada saat menerima tantangan dan kiritikan orang. Orang growth mindset dapat menerimanya dengan baik karena mereka berpikir bahwa kritikan dan tantangan tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi dirinya sehingga dia dapat belajar hal baru.  Sebaliknya orang-orang fixed mindset percaya bahwa dia sudah diberi suatu kemampuan sehingga kemampuan yang dimilikinya itu adalah permanen, tidak dapat meningkat lagi kemampuannya. Dengan kepercayaan seperti itu terhadap dirinya, biasanya orang-orang seperti ini tidak suka untuk menerima tantangan dan biasanya akan marah kalau dikritik. Ada juga orang yang suka mengatakan “Kalau memang saya salah kasih tahu aja”.

Biasanya saya kalau ketemu orang yang mengatakan seperti itu, saya malah tidak akan pernah memberitahukan kepada dia apa yang harus diperbaiki karena saya pernah beberapa kali mengalami itu. Setelah saya memberikan koreksi, dia malah mempertahankan diri dan kadang juga bisa marah.  Pada suatu waktu di kereta commuter ada wanita muda sangat cantik, kebetulan keretanya agak penuh. Kemudian ada seorang pemuda yang mencari kesempatan untuk memegang wanita muda tersebut. Berteriaklah Si wantia muda kemudian sang pemuda ditangkap dan diinterogasi tentang mengapa dia melakukan itu. Jawabannya adalah “Aku tidak salah, mengapa wanita muda itu mengganggu saya dengan memperlihatkan kecantikannya?”. Ini adalah jawaban dari ciri-ciri orang fixed mindset.

Kemudian ada pemuda lain di dalam kereta yang sama lalu diwawancara. “Apakah kamu melihat wanita muda yang cantik tadi?”.  Jawabannya “Iya saya lihat”. Mengapa kamu tidak melakukan seperti yang dilakukan oleh pria tadi?”. Jawab pemuda itu “Saya tidak boleh memegang wanita karena nafsu saya. Saya harus dapat mengendalikan nafsu saya untuk memegang seorang wanita yang tidak saya kenal”. Seorang yang mempunyai growth mindset selalu ingin mengembangkan dirinya, bagaimana Si pemuda kedua tadi dapat mengekang nafsunya untuk tidak memegang wanita cantik yang ada di commuter.

Pertanyaan berikutnya adalah “Bagaimana kalau wanita cantik tadi berpakaian seksi, apakah kamu punya rasa ingin memegangnya?”. Jawabannya adalah “Mungkin saya ingin memegangnya tetapi saya akan mengendalikan nafsu saya, semakin besar godaannya semakin baik untuk saya. Berarti saya akan dapat lebih tahan lagi terhadap godaan”. Seseorang yang memiliki growth mindset tidak ingin menyalahkan orang lain tetapi dia selalu melihat ke dalam dirinya apa yang dapat diperbaiki. Kalau saya bertanya kepada setiap orang, pasti jawabnya ingin sukses tidak ada orang yang menjawab ingin gagal.

Jadi sebenarnya kalau memang benar-benar orang tersebut ingin sukses, mereka harus mau dilatih untuk berpikir growth mindset bukannya fixed mindset. Di Andal Software, tidak pernah menyalahkan bawahan atau orang lain, yang kami lakukan kalau menemui masalah adalah bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. Dengan secara terus-menerus diajarkan untuk mencari solusi, orang-orang tertentu akan merubah cara mereka berpikir. Diharapkan mereka akan bertumbuh dari fixed mindset ke growth mindset tetapi ada juga orang yang tidak dapat berubah.

Pelajaran yang saya dapatkan
Cara berpikir sangat mempengaruhi kesuksesan seseorang dalam kehidupan. Kita harus selalu belajar bagaimana berpikir growth mindset. Di dalam setiap kesempatan selalu dapat digunakan untuk menumbuhkan cara kita berpikir, saya senang membaca buku-buku pengembangan pribadi, biografi, bisnis maupun teknikal. Dengan membaca buku, cara saya berpikir akan berubah dan akan menambahkan wawasan baru dalam menyelesaikan masalah. Kalau saya flash back ke belakang, mungkin masalah saya sekarang jauh lebih besar tetapi saya dapat lebih tenang dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada sekarang ini.

Seandainya saya tidak membaca banyak buku, mungkin saya tidak mengetahui cara penyelesaian masalah yang saya hadapi dengan baik. Akhirnya saya akan bingung dan semakin kusut permasalahan yang saya hadapi. Dengan menghadapi banyak masalah yang harus saya selesaikan, saya akan mendapatkan banyak pengalaman-pengalaman baru dalam menyelesaikan masalah baru. Masalah ini tidak akan lepas selama kita masih hidup seperti kata Albert Einstein. Pada saat kita dapat menyelesaikan masalah kita yang sekarang, selamat datang pada masalah baru yang lebih sulit yang akan dihadapi.

 

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.



Most Popular 3 Months Latest

29 Sep 2017 1134
Pada saat awal saya mendirikan Andal saya sering kesal juga bahwa orang yang saya kasih tahu tidak mengerjakan seperti apa yang saya inginkan. Dan saya ingin setiap orang yang di Andal dapat mengerjakan seperti apa yang saya bayangkan. Kalau tidak bisa saya akan marah, saya ingat benar pada saat itu kalau saya sudah marah, rasanya orang tersebut melakukan kesalahan yang besar dan tidak dapat diperbaiki. Setelah saya membaca banyak buku, perlahan saya mulai berkurang marahnya.
06 Oct 2017 1031
Pada suatu hari perbincangan dengan teman saya seorang pengusaha yang sudah cukup berhasil, mengatakan bahwa dia pernah beberapa kali merekrut orang-orang yang dianggapnya baik dan berprestasi di beberapa tempat, tetapi pada saat ditempatkan di perusahaan yang dikelola tidak memperlihatkan prestasinya. Saya juga pernah memikirkan hal tersebut, seandainya saya bisa merekrut orang yang saya lihat berprestasi di tempat lain, tentunya dapat membawa Andal ke posisi yang lebih baik lagi.
09 Nov 2017 889
Saya berjumpa dengan teman lama yang dulu bekerja di perusahaan software yang produknya hampir sama dengan produk Andal Software. Lebih dari 10 tahun saya tidak pernah kontak dengan dia dan ternyata teman saya ini sekarang tinggal di luar Jakarta dan mempunyai usaha sendiri di bidang perdagangan dan bukan di TI. Kemudian dia bercerita sejak berhenti dari perusahaan TI tempatnya bekerja dia harus menandatangani surat perjanjian bahwa selama 2 tahun dia tidak boleh bekerja atau mengerjakan hal yang sama dengan tempatnya bekerja.