rss

Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Rela Melepas untuk Menumbuhkan Orang Lain

Rela Melepas untuk Menumbuhkan Orang Lain

Saya berjumpa dengan teman lama yang dulu bekerja di perusahaan software yang produknya hampir sama dengan produk Andal Software. Lebih dari 10 tahun saya tidak pernah kontak dengan dia dan ternyata teman saya ini sekarang tinggal di luar Jakarta dan mempunyai usaha sendiri di bidang perdagangan dan bukan di TI. Kemudian dia bercerita sejak berhenti dari perusahaan TI tempatnya bekerja dia harus menandatangani surat perjanjian bahwa selama 2 tahun dia tidak boleh bekerja atau mengerjakan hal yang sama dengan tempatnya bekerja. Dia cukup bersyukur karena sekarang kehidupannya sudah lebih baik dibandingkan pada saat dia bekerja, teman saya ini juga bercerita bahwa kadang dia masih merindukan TI.

Setelah dia banyak bercerita kemudian saya katakan pada teman saya ini bahwa kamu itu hebat bisa berbelok arah dengan cepat karena biasanya kalau seseorang sudah mulai bekerja di satu bidang berarti dia membangun kemampuannya di bidangnya dengan bekerja dan sulit sekali tentunya untuk memulai hal baru. Apalagi kalau sudah lama bekerja di bidang yang sama. Keberhasilan seseorang biasanya dengan memulai suatu karir yang dapat membangun kompetensi yang ada dalam dirinya, misalkan kalau kita lihat Bill Gate. Sejak Bill Gate drop out dari sekolah dia menekuni dunia pemprograman hingga dapat membuat perusahaan yang besar sekali dan kalau saya amati teman-teman saya yang sekarang sudah menduduki posisi yang baik. Dia membangun karirnya di bidang yang sama, entah itu bekerja di perusahaan lain atau membangun usaha sendiri.

Apa yang membuat berhasil karena kompentensi yang dimiliki akan semakin meningkat pada saat dia bekerja di bidang yang sama bertahun-tahun. Maka kalau orang yang bekerja atau berusaha berganti-ganti dia tidak mempunyai kompetensi yang cukup untuk bekal di hari tuanya. Misalkan seseorang bekerja di bank sejak lulus kuliah karena dia rajin belajar dan bekerja dengan baik di tempat kerjanya maka karirnya naik kemudian ada bank lain yang meminta dia untuk menjadi direktur misalkan, dan di tempat dia bekerja tidak bisa naik lagi. Maka dia pindah ke bank tersebut, tentunya bank yang lama tidak bisa mengatakan kalau keluar tidak boleh bekerja di bank lain. Kalau mengatakan demikian artinya bank tersebut mematikan kehidupan karyawannya yang mau keluar. Karyawan tersebut tidak dapat bekerja di tempat lain kecuali bank, memang kemampuannya adalah di parbankan.

Sebenarnya apa yang ditakutkan oleh perusahaan tersebut adalah karena takut persaingan, takut strateginya diadopsi oleh perusahaan lain. Tentunya kalau saya bisa melihat perusahaan lain, pertanyaannya tentunya bagaimana dengan Andal?. Andal mempunyai banyak pengalaman dari karyawan yang sudah keluar dari Andal Software, dari yang keluar itu ada yang bekerja di customer Andal, ada yang bekerja di perusahaan sejenis dengan Andal Software, bahkan ada yang membangun usaha sendiri.  Pertanyaan yang sering ditanyakan pada saya adalah apakah saya tidak takut bila pesaing mengetahui strategi Andal Software kemudian mereka meniru strategi yang diterapkan oleh Andal Software?.

Pertanyaan yang sulit dijawab karena memang tidak banyak orang yang mengerti apa itu strategi. Menurut pengalaman saya strategi yang diterapkan oleh satu perusahaan sangat sulit untuk diadopsi oleh perusahaan lain. Pada saat kita membuat strategi tentunya disesuaikan dengan goal perusahaan yang setiap tahun mungkin yang akan dicapai berubah dan goal ditentukan oleh visi perusahaan. Saya yakin setiap perusahaan mempunyai visi yang berbeda, jadi bagaimana mungkin satu strategi yang sama dapat diterapkan untuk satu perusahaan dengan visi yang berbeda.  Belum lagi strategi ditentukan juga oleh kultur perusahaan dan saya sangat yakin bahwa kultur perusahaan kecil kemungkinannya sama.

Jadi saya tidak pernah menyembunyikan strategi yang akan diambil oleh Andal Software, saya akan beritahukan pada semua karyawan sesuai dengan levelnya. Karena semakin tinggi level seorang karyawan di perusahaan semakin luas cara berpikirnya, saya tidak mungkin cerita strategi detail kepada karyawan level bawah, pasti dia tidak mengerti apa yang saya katakan. Jadi saya akan memberitahukan strategi Andal di setiap level dengan cara yang berbeda.

Pelajaran yang saya dapatkan
Bila ada karyawan keluar kemudian mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari tempat kita, seharusnya kita berbangga artinya kita telah berhasil mengembangkan seseorang. Teman saya yang bekerja di perusahaan TI yang hampir sama dengan Andal Software. Pada saat saya minta nomor HP untuk berkomunikasi dengan WA, dia mengatakan jangan dikasih ke pemilik perusahaan dia bekerja sebelumnya ya, kebetulan saya memang kenal.  Mengapa teman saya itu sampai segitu takutnya nomor Hpnya tidak boleh di kasih tahu?. Tentunya hubungannya tidak terlalu baik dengan pemilik perusahaan tempat dia bekerja dulu. Saya masih berhubungan dengan karyawan Andal software yang telah keluar. Dan dalam banyak hal mereka itu banyak membantu Andal Software, tidak jarang juga ada yang memberikan referensi kepada Andal Software.

 

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.



Most Popular 3 Months Latest

14 Sep 2017 1234
Biasanya pada saat orang tua mengantarkan anaknya ke sekolah, terutama pada saat Si anak sekolah di TK dan SD biasanya mereka banyak berbincang dengan prestasi anaknya di sekolah. Kalau ada orang tua yang bercerita tentang anaknya yang berprestasi menjadi juara kelas, atau juara apa tentu saja orang tua merasa bangga. Menurut saya sebagai orang tua memang akan merasa bangga bila anaknya berprestasi, hal ini adalah perasaan yang wajar.
25 Aug 2017 1036
Pada suatu hari saya bertemu dengan teman saya, dan dia memberi pelajaran yang sangat berharga untuk saya dengan bercerita. Ceritanya seorang pemilik perkebunan yang sudah siap dipanen, maka dia memerlukan orang-orang untuk memanen kebunnya. Sepanjang perjalanan menuju ke kebun, Si Pemilik kebun bertemu dengan orang yang tidak punya pekerjaan, kemudian ditawarkan pekerjaan untuk memanen di kebunnya, setelah sepakat dengan Rp. 200,000 per hari untuk memanen hasil kebunnya, beberapa orang mulai bekerja di kebunnya.
29 Sep 2017 982
Pada saat awal saya mendirikan Andal saya sering kesal juga bahwa orang yang saya kasih tahu tidak mengerjakan seperti apa yang saya inginkan. Dan saya ingin setiap orang yang di Andal dapat mengerjakan seperti apa yang saya bayangkan. Kalau tidak bisa saya akan marah, saya ingat benar pada saat itu kalau saya sudah marah, rasanya orang tersebut melakukan kesalahan yang besar dan tidak dapat diperbaiki. Setelah saya membaca banyak buku, perlahan saya mulai berkurang marahnya.