rss

Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Orang Hebat Tidak Selalu Berprestasi

Orang Hebat Tidak Selalu Berprestasi

Pada suatu hari perbincangan dengan teman saya seorang pengusaha yang sudah cukup berhasil, mengatakan bahwa dia pernah beberapa kali merekrut orang-orang yang dianggapnya baik dan berprestasi di beberapa tempat, tetapi pada saat ditempatkan di perusahaan yang dikelola tidak memperlihatkan prestasinya. Saya juga pernah memikirkan hal tersebut, seandainya saya bisa merekrut orang yang saya lihat berprestasi di tempat lain, tentunya dapat membawa Andal ke posisi yang lebih baik lagi. Tetapi saya sangat menyadari bahwa di dalam permainan olah raga seperti basket, sepak bola, dan permainan lainnya yang berbentuk team. Pemain yang hebat di team yang lain, belum tentu akan menjadi hebat di tempat lain.

Yang paling mudah adalah dengan mengamati pertandingan olah raga, misalkan basket. Michael Jordan kalau dimasukan ke dalam klub basket yang ada di lingkungan saya, dan minta bertanding di pertandingan Asean Games misalnya, pasti kelompok lingkungan saya masih sulit untuk memenangkan pertandingan. Walaupun ada Michael Jordan di dalamnya. Prestasi seseorang di dalam suatu lingkungan pasti harus ditunjangkan dengan kelompok lain, yang dapat bekerja sama secara team.

Saya belajar dari John Wooden yang selalu mengedepankan team dibandingkan individual. Sehingga team basket UCLA dapat memenangkan pertandingan berkali-kali selama dipimpin oleh John Wooden. Jadi yang pertama kali dibentuk adalah bagaimana sesama anggota team dapat saling bekerja sama.  Teman saya berandai-andai dan mengatakan seandainya saya dapat merekrut semua orang-orang hebat di bidangnya, pasti perusahaan yang dia pimpin akan cepat sekali naiknya. Tetapi dalam hati saya mengatakan tidak. Karena kalau dia merekrut orang-orang hebat di bidangnya dari banyak perusahaan, semua orang yang dia rekrut tadi ingin menjadi hebat di tempatnya dia bekerja, kalau semua ingin menjadi leader tentunya kerja sama team tidak akan terbentuk. Karena mereka sudah membawa egonya masing-masing.

Kalau seperti itu jawabannya apakah saya tidak dapat merekrut orang-orang hebat dari tempat lain?. Jawabannya adalah bisa, tetapi dalam hal ini berbeda tujuan. Dalam kasus teman saya itu, dia mengharapkan dengan merekrut orang-orang hebat dari perusahaan akan tumbuh dengan sendirinya menjadi hebat. Tujuan ini yang salah, perusahaan tidak dapat bertumbuh dengan sendirinya, tetapi harus ada orang yang mendorong agar perusahaan menjadi tumbuh, disini peran leader akan terlihat sekali. Kalau seorang leader mempunyai visi yang jelas akan kemana membawa perusahaannya, maka pada saat akan membawa perusahaan naik, dia memerlukan orang-orang yang hebat, dan dia tahu persis orang hebat semacam apa yang diperlukan untuk menumbuhkan perusahaan.

Tujuan ini tidak boleh terbalik, jadi kita harus mempunyai visi dahulu, kemudian baru mencari orang-orang yang cocok untuk mencapai visinya. Kalau kita mencari orang-orang hebat kemudian ditempatkan di dalam perusahaan, orang-orang hebat tersebut bekerja juga tidak mempunyai arah, atau karena mereka orang hebat maka masing-masing orang akan menentukan visinya masing-masing, sehingga perusahaan tidak mempunyai arah yang jelas. Permasalahan ini sering sekali saya lihat di perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Biasanya Si pemilik perusahan ingin melakukan short cut untuk meningkatkan perusahaannya. Kalau saya sudah mulai ngobrol kemudian beberapa pertanyaan saya lontarkan, biasanya dari jawaban pertanyaan itu saya tahu persis apakah pemilik perusahaan tersebut sudah mempunyai visi yang jelas atau belum.

Sering juga ada yang menceritakan kepada saya bahwa peluang ini bagus sekali kalau kita mau garap sekarang, kalau ada pernyataan seperti itu biasanya saya mulai bertanya dengan pertanyaan yang lebih detail lagi, dan kadang saya tanyakan bagaimana strateginya untuk masuk ke dalam pasar. Dari jawaban yang diberikan kepada saya maka saya akan tahu apakah itu masih dalam angan-angan atau sudah direncanakan dengan matang.

Pelajaran yang saya dapatkan
Untuk mengembangkan suatu perusahaan tidak dapat dilakukan dengan cara merekrut orang-orang yang hebat, tetapi pemilik perusahaan atau CEO atau Presiden Direktur perusahaan tersebut harus sudah mempunyai visi yang jelas, kemudian baru menentukan orang seperti apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan perusahaannya. Jadi untuk mengembangkan perusahaan kita tidak dapat berharap pada orang lain untuk mengembangkannya. Harus ada seseorang yang memberikan arah agar perusahaan dapat bertumbuh dan berkembang.


 

 


penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.



Most Popular 3 Months Latest

28 Jul 2017 1516
Apa sebenarnya yang disebut dengan ngeyel, awalnya memang saya tidak mengerti, dan saya adalah orang yang paling ngeyel. Orang ngeyel adalah orang yang merasa dirinya benar, sehingga pada saat ada orang yang memberitahukan sesuatu misalnya kenapa terlambat janji ? atau mengapa melakukan pekerjaannya tidak sesuai dengan yang diinstruksikan, mereka selalu membela diri bahwa perbuatan yang mereka lakukan itu benar. Tujuan akhirnya adalah tidak mau disalahkan.
11 Aug 2017 1219
Pada saat saya bertemu dengan teman saya, seorang pengusaha TI yang cukup ternama, bertanya : “Apakah pernah merasakan kehilangan orang terbaik ?”, saya jawab tidak pernah. Kemudian pertanyaan berikutnya adalah : “Bagaimana caranya agar orang yang terbaik tidak keluar ?”. Jawaban saya ini yang membuat dia keheranan dan tidak mengerti, kalau saya lihat dari raut muka pada saat saya menjawab pertanyaannya. Jawaban saya adalah : “Saya tidak pernah punya orang terbaik di perusahaan saya”.
14 Sep 2017 1112
Biasanya pada saat orang tua mengantarkan anaknya ke sekolah, terutama pada saat Si anak sekolah di TK dan SD biasanya mereka banyak berbincang dengan prestasi anaknya di sekolah. Kalau ada orang tua yang bercerita tentang anaknya yang berprestasi menjadi juara kelas, atau juara apa tentu saja orang tua merasa bangga. Menurut saya sebagai orang tua memang akan merasa bangga bila anaknya berprestasi, hal ini adalah perasaan yang wajar.