rss

Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Mengapa Atasan Suka Marah ?

Mengapa Atasan Suka Marah ?

Pada saat awal saya mendirikan Andal saya sering kesal juga bahwa orang yang saya kasih tahu tidak mengerjakan seperti apa yang saya inginkan. Dan saya ingin setiap orang yang di Andal dapat mengerjakan seperti apa yang saya bayangkan. Kalau tidak bisa saya akan marah, saya ingat benar pada saat itu kalau saya sudah marah, rasanya orang tersebut melakukan kesalahan yang besar dan tidak dapat diperbaiki. Setelah saya membaca banyak buku, perlahan saya mulai berkurang marahnya. Dan sekarang rasanya sudah lama saya tidak pernah marah lagi, dan perasaan kesalpun sudah hampir tidak pernah saya rasakan. Pertanyaannya sebenarnya adalah apa yang terjadi sehingga terjadi perubahan perilaku?.

Pada saat saya mulai membaca buku, saya mulai belajar bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain, saya juga bertambah pengetahuannya, sehingga pada saat saya menyuruh orang, maka saya lihat bagaimana tingkat pengetahuan dari orang yang saya suruh. Misalkan pada saat saya menyuruh Office Boy, perintah saya detail sekali, semakin rendah daya tangkap orang tersebut semakin detail saya memberikan perintah. Dan kalau ketingkatan yang lebih tinggi lagi, biasanya saya hanya memberikan tujuannya saja. Tentang cara bagaimana mencapai tujuan tersebut saya serahkan pada orang tersebut. Saya percaya pasti dia akan mengerjakan dengan baik.

Mengapa dulu saya marah pada saat orang mengerjakan sesuatu tidak sesuai dengan apa yang saya pikirkan?. Kalau saya melakukan refleksi, karena pengetahuan saya terbatas, sehingga cara untuk melakukan sesuatu juga terbatas, sehingga saya berpikir bahwa cara yang saya tahu adalah cara yang terbaik, sehingga semua orang harus mengikuti cara apa yang saya pikirkan. Sebetulnya permasalahannya terletak pada keyakinan saya akan cara yang saya tahu adalah cara yang paling baik. Setelah saya mengetahui banyak sekali cara untuk melakukan agar kita dapat mencapai tujuan yang diinginkan, maka saya tidak terlalu memaksakan cara yang saya ketahui. Bahkan sekarang saya sering bertanya kalau tujuan yang akan kita capai adalah ini, apa yang harus kita lakukan.

Ternyata banyak sekali pemikiran-pemikiran yang bagus yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh saya. Dengan memberikan kesempatan pada orang lain di dalam organisasi untuk berpikir dan memberikan kontribusi, maka organisasi akan berkembang, karena setiap orang merasa bahwa mereka mempunyai kontribusi dalam mengembangkan perusahaan.  Kalau ada ide-ide yang menurut saya bagus, kadang saya akan memberikan reward dalam bentuk pujian.

Setelah terjadi perubahan dalam diri saya, saya melihat suatu keajaiban terjadi, orang-orang baru mempunyai perilaku yang lebih baik, artinya pada saat mereka diberikan perintah, bekerjanya lebih baik dibandingkan dengan orang- orang yang sebelumnya. Ada juga orang yang bekerja kalau tidak diperintah tidak bekerja, sehingga orang tersebut hanya bekerja pada saat ada perintah. Orang seperti ini saya sebut “Gong” alat musik yang kalau tidak dipukul tidak bunyi. Orang-orang kelompok Gong semakin lama semakin habis, dan digantikan dengan orang-orang yang lebih baik. Karena mungkin mereka tidak tahu lagi apa yang akan dikerjakan. Cara saya memerintah juga sudah berbeda.

Pelajaran yang saya dapatkan
Kalau ada manager atau direktur di suatu perusahaan marah-marah, kemudian saya tahu. Maka saya bisa menilai, sang Direktur atau manager tersebut tidak menguasai hingga detail, atau tidak mempunyai pengetahuan yang luas untuk mencapai suatu goal tertentu ada banyak cara yang dapat dijalankan. Kalau memang cara yang dijalankan salah, maka saya minta untuk mencari cara lain, hingga orang tersebut akan mahir. Bila saya memerintahkan sesuatu kemudian tidak dijalankan dengan benar, berarti cara saya memerintah kurang jelas sehingga saya akan belajar bagaimana caranya memberikan perintah yang jelas. Sejak saya berpikir bahwa saya yang harus memperbaiki diri pada saat perintah saya tidak dilaksanakan dengan benar, saya mengetahui banyak sekali cara untuk memerintah orang. Skill saya untuk memimpin perusahaan naik, karena saya tahu banyak cara untuk mencapai suatu tujuan yang saya inginkan.

Memimpin dengan marah-marah, sulit untuk menjadikan perusahaan yang berinovasi, karena inovasi dapat terjadi dari pemikiran banyak orang. Tidak sedikit pula inovasi terjadi karena kesalahan, seperti kasus di perusahaan 3 M, yang mengembangkan post it note. Kalau dipimpin dengan marah tentunya bawahan juga akan takut kalau melaporkan kesalahan.

 

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.



Most Popular 3 Months Latest

28 Jul 2017 1516
Apa sebenarnya yang disebut dengan ngeyel, awalnya memang saya tidak mengerti, dan saya adalah orang yang paling ngeyel. Orang ngeyel adalah orang yang merasa dirinya benar, sehingga pada saat ada orang yang memberitahukan sesuatu misalnya kenapa terlambat janji ? atau mengapa melakukan pekerjaannya tidak sesuai dengan yang diinstruksikan, mereka selalu membela diri bahwa perbuatan yang mereka lakukan itu benar. Tujuan akhirnya adalah tidak mau disalahkan.
11 Aug 2017 1219
Pada saat saya bertemu dengan teman saya, seorang pengusaha TI yang cukup ternama, bertanya : “Apakah pernah merasakan kehilangan orang terbaik ?”, saya jawab tidak pernah. Kemudian pertanyaan berikutnya adalah : “Bagaimana caranya agar orang yang terbaik tidak keluar ?”. Jawaban saya ini yang membuat dia keheranan dan tidak mengerti, kalau saya lihat dari raut muka pada saat saya menjawab pertanyaannya. Jawaban saya adalah : “Saya tidak pernah punya orang terbaik di perusahaan saya”.
14 Sep 2017 1112
Biasanya pada saat orang tua mengantarkan anaknya ke sekolah, terutama pada saat Si anak sekolah di TK dan SD biasanya mereka banyak berbincang dengan prestasi anaknya di sekolah. Kalau ada orang tua yang bercerita tentang anaknya yang berprestasi menjadi juara kelas, atau juara apa tentu saja orang tua merasa bangga. Menurut saya sebagai orang tua memang akan merasa bangga bila anaknya berprestasi, hal ini adalah perasaan yang wajar.