rss

Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Menilai Diri Sendiri

Menilai Diri Sendiri

Saya senang sekali bertemu dengan berbagai macam teman, dari pembicaraan dengan teman-teman pasti saya belajar sesuatu. Pada suatu saat saya bertemu dengan teman yang sudah bekerja cukup lama di suatu institusi yang cukup dikenal. Saya pikir dia merasa senang bekerja di suatu institusi yang dikenal dan bekerja di tempat itu sudah lebih dari sepuluh tahun.

Pertanyaan saya pada teman saya ini adalah apa resepnya sehingga dia dapat bekerja selama itu di suatu institusi. Kemudian dia mulai bercerita saat awal mulai kerja kemudian bagaimana dia bekerja, apa kontribusi yang telah diberikan untuk institusi tersebut. Dari pembicaraan saya menangkap bahwa dia merasa sudah banyak kontribusi yang diberikan ke institusi tempatnya bekerja.

Kemudian di akhir pembicaraan yang membuat saya kaget, dia mengatakan bahwa di tempatnya bekerja dia merasa gajinya pas-pasan, dan kenaikannya pun sudah dapat diukur. Pertanyaan saya berikutnya adalah kalau memang merasa sudah berkontribusi banyak dan membuat institusi itu dapat menjadi terkenal dan dari pihak institusi tidak memberikan imbalan yang cukup, mengapa tidak pindah bekerja saja?. Jawabannya adalah karena dia sudah 10 tahun lebih bekerja di institusi tersebut, maka sulit untuk mencari pekerjaan di tempat lain.

Saya teringat suatu buku yang berjudul No complaining rule yang ditulis oleh Jon Gordon, orang yang suka komplain itu tidak berkembang, karena dirinya sudah merasa berkontribusi banyak tetapi tidak dihargai. Tepat sekali dengan jawaban yang terakhir, seandainya teman saya itu memang berkontribusi besar di institusi itu, maka teman saya ini akan dijadikan aset oleh perusahaan dan akan diperhatikan. Dan kalau memang dia berprestasi, maka untuk mencari pekerjaan di tempat lain akan mudah, walaupun selama apapun dia bekerja di suatu tempat.

Pertanyaan terakhir yang saya berikan ke teman saya adalah “Pada saat lulus kuliah dulu pernah bekerja dimana?” Dia menjawab tempatnya bekerja yang sekarang adalah tempat bekerja yang pertama kali, artinya dia tidak mempunyai pembanding dengan tempat lain. Jadi menurut saya wajar bahwa teman saya dapat menilai tentang dirinya setinggi itu, karena belum melihat ke dunia luar, mungkin ada yang lebih jelek, atau lebih bagus dari tempatnya bekerja.

Kelemahan pada saat seseorang menilai sesuatu dan tidak ada pembandingnya, maka akan menjadi tidak pas, kalau seandainya dia suka di tempat kerjanya, maka dia akan menjadi suka sekali, kalau sudah tidak suka, maka akan menjadi tidak suka sekali, semua yang dialaminya di dalam perusahaan tersebut pasti jelek.

Saya juga sering ditanya teman, kapan saya harus bertahan di suatu perusahaan dan kapan saya harus mencari tempat lain. Kalau umurnya masih muda, patokannya adalah kalau bekerja di suatu perusahaan kemudian masih banyak yang bisa dipelajari akan bertahan di situ, karena yang penting adalah mendapatkan pengalaman bagaimana menyelesaikan banyak persoalan di bidang yang ingin digelutinya, kalau sudah tidak ada lagi yang dapat dipelajari cari perusahaan lain yang lebih menantang.

Untuk berprinsip seperti itu, orang itu harus berpikir positif dan mau berprestasi, bila bekerja tujuannya hanya untuk sekedar mendapatkan uang saja, maka tidak akan tercapai. Saya melihat para profesional yang berhasil, dia akan bekerja untuk mengukir prestasi, kemudian dia mencari tantangan yang lebih besar lagi untuk mendapatkan prestasi yang lebih tinggi lagi. Akhirnya akan menjadi seorang profesional yang mempunyai kompetensi yang dinilai tinggi.

Pelajaran yang saya dapatkan
Kalau kembali ke teman saya ini, dia termasuk orang yang merasa dirinya hebat, tetapi tidak mau melihat lingkungan. Kalau memang dirinya hebat, maka dapat dengan mudah bekerja di tempat lain dan akan mendapat gaji yang jauh lebih besar, tetapi kenapa harus bertahan di institusi yang menurut dia memberikan imbalan yang kecil?.

Saya sendiri tidak terlalu suka bila mempunyai team yang seperti itu, karena orang yang merasa dirinya hebat akan menjadi susah bila bekerja di dalam satu team. Dan kalau dia merasa bahwa dirinya paling hebat, maka dia tidak akan mau berbagi ilmu dengan team yang lainnya. Padahal berbagi ilmu adalah salah satu yang dapat memajukan team untuk sama-sama berkembang.

 

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 


Comments are closed.
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Artikel Pengembangan Diri Yang Paling Diminati
dalam 3 Bulan terakhir.

14 Jul 2017 1155
Di dalam suatu organisasi paling mudah untuk melimpahkan tanggung jawab pada orang lain dengan menyalahkan orang lain. Pada saat awal saya mendirikan perusahaan kalau ada sesuatu yang tidak beres saya akan mencari siapa yang menjadi penyebab ketidakberesan tersebut dan langsung saya akan menyalahkan orang tersebut kemudian saya akan marah dan memberikan hukuman pada orang tersebut.
28 Jul 2017 1077
Apa sebenarnya yang disebut dengan ngeyel, awalnya memang saya tidak mengerti, dan saya adalah orang yang paling ngeyel. Orang ngeyel adalah orang yang merasa dirinya benar, sehingga pada saat ada orang yang memberitahukan sesuatu misalnya kenapa terlambat janji ? atau mengapa melakukan pekerjaannya tidak sesuai dengan yang diinstruksikan, mereka selalu membela diri bahwa perbuatan yang mereka lakukan itu benar. Tujuan akhirnya adalah tidak mau disalahkan.
26 May 2017 1013
Saya senang sekali mempelajari kehidupan, dan terutama kehidupan orang-orang yang saya anggap sukses. Di dalam perpustakaan pribadi saya ada beberapa buku mengenai orang-orang yang saya anggap berhasil seperti, Liem Sioe Liong, William Soerjadjaja, Bill Gate, Steve Job dan beberapa yang lainnya.

Perjalanan Kami

Hubungi Kami

Phone : +62 21 6385 8510
E-Mail : marketing@andalsoftware.com

Ikuti Kami